Ahok Dijadikan Simbol Kebhinekaan, Pengamat Politik: Itu Konyol! Read more: http://www.tribunislam.com/2017/05/ahok-dijadikan-simbol-kebhinekaan-pengamat-politik-itu-konyol.html#ixzz4hCShk7r5 Follow us: @TribunIslam on Twitter | TribunIslam on Facebook


garda cakrawalaSangat konyol, jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dijadikan sebagai simbol kebhinekaan, apalagi berdasarkan vonis hakim, Ahok terbukti menista agama lain.


Demikian dikatakan pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Ma’mun Murod Al Barbasy kepada intelijen (15/05).

Menurut Ma’mun, tidak ada kerja Ahok dalam upaya membangun toleransi, kebhinnekaan, dan mencegah radikalisme. Radikalisme dalam pengertian yang proporsional. “Yang ada malah sebaliknya, Ahok melakukan kerja-kerja yang intoleran dan menguatkan radikalisme karena ujaran kebenciannya yang dilakukan terhadap Islam,” tegas Ma’mun.

Ma’mun menegaskan, vonis dua tahun untuk Ahok karena menista Islam menjadi bukti bahwa Ahok sangat jauh dari tepat untuk dijadikan sebagai simbol toleransi dan kebhinnekaan.

Kata Ma’mun, jika orang seperti Romo Mangunwidjaja (YB Mangunwidjaja) dijadikan sebagai simbol toleransi tentu wajar dan sangat layak, karena kerja-kerja yang dilakukan selama hidupnya memang untuk toleransi, termasuk kerja-kerjanya di Kali Code.
“Kalau orang seperti Ibu Gedong Bagus Oka dijadikan sebagai simbol toleransi tentu sangat pantas karena ketika hidupnya Ibu Gedong yang juga teman akrab Gus Dur bekerja untuk kemanusiaan tanpa melihat asal usul agama, suku, dsb,” papar Ma’mun.

Tak hanya itu, Ma’mun juga menyebut Jaya Suprana sebagai simbol toleransi. “Orang seperti Jaya Suprana dijadikan sebagai simbol toleransi juga masih wajar. Karena bos Jamu Jago ini cukup lama melakukan kerja-kerja yang bersentuhan dengan masalah kebhinnekaan,” pungkas Ma’mun.[www.tribunislam.com






Subscribe to receive free email updates: