"Demo di Luar Negeri untuk Fitnah Bangsa Sendiri, Pengkhianatan Ahoker Paling Brutal terhadap NKRI"

Loading...

garda cakrawala - Pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tidak mau menerima vonis Ahok telah melakukan pengkhianatan paling brutal terhadap NKRI, yakni menjelekkan bangsa Indonesia sendiri di luar negeri.

Penegasan itu disampaikan pengamat politik Ma'mun Murod Al Barbasy kepada intelijen (17/05).  "Menebar kebencian dan kampanye di luar negeri untuk menjelek-jelekkan NKRI. Lalu di mana letak cintanya kepada NKRI?" kata Ma'mun Murod.

Kata Ma'mun, tindakan Ahoker yang menjelekkan Indonesia di luar negeri akibat Ahok divonis dua tahun merupakan pengkhianatan paling brutal. "Menjelek-jelekkan NKRI di luar negeri itu bukan cinta, tapi pengkhianatan paling brutal terhadap NKRI," tegas Ma'mun.

Ma’mun menilai, Ahoker tidak bersikap dewasa dan demokratis, dengan tidak menerima kekalahan di Pilkada DKI Jakarta dan vonis hakim. "Katanya siap menerima apapun keputusan majelis hakim, lah kok faktanya tidak siap. Malah ngamuk-ngamuk bak kesurupan. Demonstrasi dilakukan secara ngawur yang bikin geli dan mual perut," sindir Ma'mun.

Di sisi lain, kata Ma'mun, vonis dua tahun untuk Ahok terlalu ringan, karena mantan Bupati Belitung Timur itu sering menista agama Islam. "Bagaimana mungkin Ahok yang sudah berkali-kali menista Islam kok hanya dihukum 2 tahun. Sangat tidak lazim," kata Ma'mun.

Menurut Ma'mun vonis dua tahun buat Ahok sangat tidak lazim dibandingkan dengan kasus penistaan agama lainnya di Indonesia. "Ketidaklaziman ini semakin kentara kalau kita membandingkan dengan kasus-kasus sejenis yang pernah terjadi di Indonesia yang hukumannya jauh lebih berat," pungkas Ma'mun.

Sumber : itoday






loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...