FPI: Imam Kami Bukan Teroris, Kenapa Dijemput Paksa dan Jadi Buron Interpol?


garda cakrawalaJuru bicara FPI, Slamet Ma’arif menilai langkah polisi yang berencana menjemput paksa Imam Besar FPI sebagai langkah sembrono. Sebab, dirinya menegaskan kalau Habib Rizieq hanya berstatus saksi terkait kasus dugaan phone sex antara Rizieq dan Firza Husein.
“Setahu saya Interpol itu hanya digunakan terhadap tersangka atau terdakwa dalam kasus extra ordinary crime seperi teroris atau koruptor. Jadi bukan terhadap saksi dan bukan dalam kasus selain tersebut,” kata dia kepada Kriminalitas.com, Jumat (12/5).
Selain itu, dirinya kembali menegaskan kalau hingga kini pihaknya belum sama sekali menerima surat pemeriksaan yang kedua.
“Pertama yang terima surat panggilan siapa? Pertama, beliau kan dari tanggal 25 (April) ada di luar negeri. Yang nerima surat panggilan siapa, nggak ada kan. Beliau sama keluarganya ada di luar negeri. Tolong tanya ke polisi siapa yang nerima surat,” katanya.
Slamet menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait dengan keberadaan dan keperluan Rizieq di luar negeri.
“Beliau masih di luar negeri, urusannya belum kelar. Pengacara beliau, Pak Kapitra selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” pungkasnya.



Subscribe to receive free email updates: