INNALILLAHI! Meriam Chan Chong Buatan China Meledak, 4 TNI Gugur, 8 Terluka

Loading...

INNALILLAHI! Meriam Chan Chong Buatan China Meledak, 4 TNI Gugur, 8 Terluka
garda cakrawala – Moncong meriam mengalami gangguan saat Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI latihan di Tanjung Datuk Natuna 4 prajurit TNI AD meninggal dunia dan 8 prajurit mengalami luka.
Berdasarkan siaran pers dari Dinas Penerangan Angkatan Darat (Disepnad) yang dikirim ke redaksi, musibah itu terjadi akibat salah satu pucuk Meriam Giant Bow dari Batalioin Arhanud 1/K, mengalami gangguan. Siaran pers tidak merinci kronologis kejadian dan nama-nama prajurit yang menjadi korban.
Kronologi yang beredar dari luar siaran pers yang beredar, meriam itu buatan China bermerk Chan Chong. Pada latihan Rabu di Stelling Arhanud 1/K dilakukan latihan, tetapi meriam jenis Giant Bow beroperasi tidak sempurna hingga mengakibatkan jatuh korban.
Informasinya, saat objek melintas dilakukan penembakan. Ternyata ada pucuk senjata yang los kendali pada penyekat kiri hingga mengakibatkan petembak tidak dapat mengendalikan senjatanya. Senjata berbelak dan mengarah tak sesuai hingga menyebabkan jatuh korban. Dua korban diantaranya yang menjadi korban dikabarkan bernama Kapten Arh Heru (Danrai) dan Praka Edi. Sedangkan korban lain belum diperoleh informasinya.
Posisi Kapt Arh Heru saat itu berada di belakang kiri Pucuk 7 tekena senjata itu dan meninggal di tempat. Praka Edi yang duduk di belakang tembakan pucuk 6 juga terkena senjata di bagian badan dan juga meninggal di tempat. Latihan ini rencananya akan dikunjungi Presiden Joko Widodo pada tanggal 19 Mei 2017. Kemarin, latihan ini sempat ditinjau oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelum bertolak ke Filipina
Latihan yang berlangsung Rabu (17/5) merupakan rangkaian gladi sebelum latihan (19/5), di Tanjung Datuk Natuna, pukul 11.00 WIB. Kini korban yang mengalami lukar mendapatkan perawatan di RSUD Natuna. (PKN)
sumber:arahkompas







loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...