Subhanallah..Tak Banyak Diketahui Ternyata Peneliti Penyakit Cacar Pertama Adalah Ilmuwan Muslim


garda cakrawalaMungkin sosok pemikir Islam yang satu ini hampir luput dari kalangan Muslim pada umumnya. Padahal, dia adalah sosok penemu dan juga orang pertama yang mampu meneliti penyakit cacar dan campak.
Dia adalah Ar-Razi. Bernama lengkap Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin Zakaria al-Razi, lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Masehi.
Ia berasal dari kota Rayy, di lembah selatan pegunungan Alborz, dekat Teheran, Iran. Di kota ini juga hidup sosok Ibnu Sina, bapak kedokteran Islam.
Saat hidup di Baghdad, Ar-Razi dikenal ahli dalam kedokteran. Dari tempat itu ia kemudian meneliti dan membuat penjelasan seputar penyakit cacar.
Karenanya ia mendirikan sebuah laboratorium pertama di dunia yang meneliti penyakit cacar dan campak.
Al-Judari wal-Hasbah (Cacar dan Campak) merupakan buku pertama karya Ar Razi yang membahas tentang cacar dan campak.
Ia memasukkan dua penyakit tersebut ke dalam kategori berbeda. Al-Judari wal-Hasbah diterjemahkan ke dalam Latin, Eropa dan lainnya bahkan hingga belasan kali.
Belakangan karyanya itu menuai pujian karena dianggap sebuah penjelasan dari hasil pengamatan klinis dan memperlihatkan cara berpikir Ar-Razi.
Pada tahun 1911, Ensiklopedia Britanika mempublikasikan sosok Ar Razi sebagai peneliti pertama wabah penyakit cacar dan campak.
"Pernyataan pertama yang paling akurat dan tepercaya tentang adanya wabah ditemukan pada karya dokter Persia pada abad ke-9 yaitu Rhazes, dimana dia menjelaskan gejalanya secara jelas, patologi penyakit yang dijelaskan dengan perumpamaan fermentasi anggur dan cara mencegah wabah tersebut."
Seperti Ibnu Sina, Ar Razi juga meneliti proses penularan penyakit. Dalam bukunya itu ia menyatakan bahwa penyakit cacar dan campak ditularkan oleh mikro-organisme tertentu di air dan udara.
"Dalam air terdapat hewan yang sangat kecil dan tidak terlhat dengan mata telanjang. Ada yang menyebabkan penyakit tertentu,” kata Ar Razi dalam bukunya Al-Judari wal-Hasbah.
Hal ini dikonfirmasi oleh Van Auteok pada abad kedelapan belas dan kemudian ilmuwan setelah dia, setelah penemuan mikroskop.




Subscribe to receive free email updates: