Terungkap, Inilah Pemicu Utama Massa Tolak Fahri Hamzah


garda cakrawala - Ketua Umum Waraney Puser In Tana John Pandeirot menuturkan, aksi massa menolak kedatangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Manado, sebagai bentuk penolakan terhadap masuknya ormas intoleran di Sulut.
Dia menyebut, aksi massa dipicu beredarnya kabar kedatangan Fahri disertai Sekjen Front Pembela Islam (FPI).
"Ini merupakan aksi spontanitas masyarakat. Karena beredar kabar ada Sekjen FPI yang ikut beserta rombongan Fahri Hamzah," katanya.
Waraney Puser In Tana, lanjutnya, menolak oknum-oknum pendukung ormas intoleran.
"Apalagi membuat kegiatan di Sulut menyangkut organisasi intoleran ataupun anti NKRI. Karena akan merusak tatanan antar umat yang selama ini sudah terjalin di Sulut. NKRI harga mati," ujar Pandeirot.
Terpisah Panglima Besar Milisi Waraney Audi Malonda mengatakan, ini merupakan aksi responsif dari masyarakat adat.
“Dalam aksi ini tidak ada yang mengkoordinir. Aksi ini murni dari masyarakat yang tidak ingin Tanah Minahasa dimasuki ormas intoleran. Kabarnya ada Sekjen FPI bersama dengan rombongan Fahri Hamzah,” ujarnya.
Malonda berharap, kerukunan di Sulut bisa terus terjaga. “Untuk itu kami akan terus memantau bila ada penyusup dari ormas-ormas intoleran yang akan masuk dan mengusik kedamaian di Sulawesi Utara,” tuturnya saat diwawancarai semalam.
Kepala Badan Kesbangpol Sulut Steven Liow mengatakan, pemerintah mengerti emosi dari masyarakat tadi. Namun jangan sampai terprovokasi dengan viral-viral yang ada di medsos.
"Pemerintah memahami emosi masyarakat Sulut. Namun, Fahri Hamzah adalah Wakil Ketua DPR RI. Dia datang dengan surat resmi dari DPR RI," katanya, seperti diberitakan Manado Post (Jawa Pos Group).
Terkait keberadaan FPI, Liow dengan tegas mengaku akan menindaklanjuti jika ada ormas intoleran berdiri di Sulut.
"Untuk ormas intoleran atau radikal seperti FPI sampai saat ini belum ada kabar seperti yang beredar. Di Bitung berdasarkan data Kesbangpol Bitung ataupun laporan intelijen, belum laporan ada FPI ataupun Ormas radikal lainya. Jika ada ormas seperti itu akan kami tindaklanjuti," tegasnya. (jpnn)





Subscribe to receive free email updates: