Catat!!Panglima TNI: Rakyat Harus Diperlakukan Seperti Ibu Kandung


garda cakrawala - Prajurit TNI di manapun bertugas harus senantiasa memelihara sikap dan tingkah laku yang baik dalam berinteraksi dengan masyarakat. Rakyat harus diperlakukan seperti ibu kandung yang selalu dihormati.

Ini karena TNI bersama rakyat yang menjaga dan merawat kemerdekaan.

Begitu pesan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya saat acara buka puasa bersama prajurit TNI dan anak yatim piatu di Gedung Wiryadinata Mako Korpaskhas TNI AU Margahayu Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/6) malam.

Pada kesempatan tersebut, Gatot mengucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI yang telah berinteraksi dengan masyarakat sangat baik. Sehingga, hasil survei dari beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada TNI sangat tinggi bahkan mendapat peringkat satu.

"Ini memang suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh prajurit TNI dengan mempedomani Delapan Wajib TNI,” ucapnya.

Panglima TNI lantas mengutip salah satu pernyataan Syekh Yusuf yang menyatakan bahwa Islam yang baik adalah Islam yang ma’rifatullah atau mengenal nama, sifat dan perbuatan Allah SWT.

"Jadi seorang muslim yang baik adalah yang benar-benar memiliki ahklak mulia karena orang yang punya akhlak mulia adalah orang yang selalu berbuat baik dan menyenangkan orang lain dalam kehidupannya sehari-hari," katanya.

Gatot melanjutkan, dalam ajaran Islam dan budaya lokal suku di Indonesia semua mengajarkan untuk berbuat baik dan bersikap sopan santun.

Di bulan Ramadhan ini, Gatot pun mengajak untuk sama-sama menjadi umat Islam berakhlak mulia.

"Seandainya di Indonesia semua umat Islam berahklak mulia pasti tidak akan terjadi keributan seperti yang terjadi di Syria, kelompok satu dengan kelompok lainnya berperang sambil berkata Allahu Akbar," ujarnya.

Di sela-sela sambutannya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali mengingatkan bahwa tanggal 17 Agustus 2017 mulai pukul 5 sore waktu setempat wilayah Indonesia, di semua markas TNI akan dilaksanakan doa bersama masyarakat, tepat pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

"Bagi yang beragama Islam melaksanakan Muraja’ah yaitu Khatam Alqur’an yang dilakukan oleh para hafidz Qur’an, dan bagi yang beragama Khatolik, Protestan, Hindu, Buddha dan Konghucu berdoa bersama-sama yang dipimpin oleh pemuka agama masing-masing, memohon agar Indonesia penuh dengan kasih sayang, karena agama apapun pasti mengajarkan kasih sayang," jelas Jenderal Gatot. [rmol]






var obj0=document.getElementById("ads11326501495450066528"); var obj1=document.getElementById("ads21326501495450066528"); var s=obj1.innerHTML; var t=s.substr(0,s.length/2); var r=t.lastIndexOf(" "); if(r>0) {obj0.innerHTML=s.substr(0,r);obj1.innerHTML=s.substr(r+1);}

Subscribe to receive free email updates: