Jaksa KPK Sebut Amien Rais Terima Rp 600 Juta dari Siti Fadilah

Loading...

garda cakrawala - Jaksa KPK menyebut mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah mentransfer uang kepada mantan Ketua Umum PAN Amien Rais. PAN membantah tudingan itu.
"Saya kira dalam banyak kasus yang terjadi di KPK kan ada orang-orang yang disebut menerima aliran dana. Dalam perkembangannya, bisa saja bersumber dari pengakuan sepihak," kata Waketum PAN Mulfachri Harahap saat dihubungi, Kamis (1/6/2017).

"Saya yakin tidak ada hal seperti itu," tambahnya.

Sebelumnya, jaksa KPK menyebut Amien Rais menerima transfer dari Siti Fadilah sebanyak enam kali. Setiap transfer, Amien Rais menerima Rp 100 juta.

"Terhadap dana yang masuk ke rekening milik Yurida Adlaini tersebut, selanjutnya Nuki Syahrun selaku Ketua Yayasan SBF kemudian memerintahkan untuk memindahbukukan sebagian dana kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan terdakwa Siti Fadilah," kata jaksa dalam sidang tuntutan terdakwa Siti Fadilah di PN Tipikor, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (31/5/2017).
Dalam tuntutan jaksa, Amien Rais tercatat enam kali menerima uang aliran dari Siti Fadilah. Pertama, Amien Rais menerima uang pada 15 Januari 2007. Kemudian yang terakhir, Amien Rais terakhir menerima pada 2 November 2007. Uang tersebut berasal dari Siti Fadilah yang didapatkan Rp 6,1 miliar kemudian ditransfer ke semua pihak, termasuk Amien Rais.

Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dituntut 6 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Siti diyakini jaksa terbukti terlibat dalam kasus pengadaan alat kesehatan pada tahun 2005 dan 2007.

Selain itu, Siti dituntut membayar uang pengganti Rp 1,9 miliar. Apabila Siti tidak dapat membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita. "Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama 1 tahun," ujar jaksa.

Dalam persidangan, jaksa mengatakan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika dan Nuki Syahrun selaku Ketua Sutrisno Bachir Foundation mengaku pernah bertemu dengan Mulya.

Menurut jaksa, Mulya saat bertemu Nuki menyampaikan Siti telah setuju untuk menunjuk langsung PT Indofarma selaku rekanan.

"Terdakwa mengatakan kepada Mulya, PT Indofarma tolong dibantu, si Nuki adik ipar Ketum PAN dan selama ini PAN bantu kita," ujar jaksa. (DET)




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...