Kapolda Metro Meradang Ditagih Kasus Novel yang tak Kunjung Selesai

Loading...

garda cakrawala – Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mendadak meradang. Pasalnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, meragukan kinerja anak buahnya dalam mengungkap pelaku dugaan kekerasan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.
Bahkan, Agus mengusulkan agar kasus tersebut ditangani Mabes Polri saja jika Polda Metro Jaya (PMJ) belum sanggup menangkap pelakunya.
“Saya tanya tupoksinya gimana? Tupoksi penanganan itu gimana? Ada informasi apa? Kasih sini ke saya. Saya akan ungkap maksimal, ada nggak?” tantang Iriawan di Pos Pengamanan Cipondoh, Tangerang, Banten, Selasa (13/6) kemarin.
Mantan Kadiv Propam itu menegaskan, pihaknya hingga kini terus melakukan segala cara. Meski pelaku penyerangan Novel belum kunjung tertangkap.
Selain itu, menurut Iriawan, pihaknya juga menginginkan semua kasus dapat diungkap secepat mungkin. Namun, lanjutnya, tidak semua kasus pidana bisa diungkap dengan cepat.
“Saya bilang tidak semua tindak pidana cepat dilakukan. Kita sih maunya cepat. Janganlah itu terus digulir-gulirkan. Nggak boleh. Kami maksimal soal itu. Kan saksi itu sudah kami periksa. Berapa yang dicurigai sudah diperiksa,” ujar alumni Akpol 1984 itu.
Jenderal bintang dua yang akrab disapa Iwan Bule itu tidak memungkiri terakit kekurangan petunjuk dalam pengusutan kasus Novel. Sehingga berimbas pada buramnya petunjuk untuk mengungkap pelaku kekerasan.
“Kan kita sudah kerja sama. Apa yang didapat, kita akan lakukan langkah secepatnya. Kita tidak mungkin ambil pelaku yang tidak ada kaitannya. Enggak mungkin dong. Tingkat resolusinya, kesulitannya enggak terlalu (dalam kasus) ini. CCTV semua ada. Baik yang di depan rumah dia,” paparnya.
Sebelumnya, pihak KPK melalui ketuanya Agus mengaku intens memonitor penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Agus bahkan mengultimatum, untuk menemui Iriawan dalam waktu dekat. Jika PMJ tidak sanggup untuk mengungkap kasus Novel, maka pihaknya akan meminta Mabes Polri untuk turun tangan.
“Kami memonitor secara periodik. Nanti kan ada pertemuan dengan Polda. Kami tanya kesanggupan Polda. Kalau Polda enggak sanggup, bisa Mabes,” tutur Agus di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (12/6).
Sebelumnya, Polda Metro Jaya (PMJ) malah berkilah jika pengusutan kasus Novel sama dengan kasus bom di Filipina.
“Masih banyak juga kasus-kasus yang lain. Tidak cuma ini (kasus Novel) saja. Ada (kasus) pembunuhan di Jakarta Barat pun belum (terungkap) sampe sekarang. Bom di Filipina pun tiga tahun baru terungkap,” ujar Kabid Humas PMJ Komisaris Besar Argo Yuwono dikantornya.
Saat itu, kata Argo, pihaknya terus melakukan pengembangan dan penyelidikan. Termasuk analisa hasil pengembangan tersebut.
“Kita masih melakukan perkembangan, penyelidikan tetap kita lakukan. Setelah itu kan kita akan lakukan analisa, kira-kira apalagi (langkah selanjutnya),” papar Argo.
Hingga saat ini, totalnya sudah lebih dari 50 saksi yang diperiksa polisi. Namun, belum ada titik terang yang mengarah ke pelaku kejahatan terhadap Novel.ngelmu




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...