Kemenhub Klaim Rakyat Sejahtera, Karena 3,1 juta Pemudik Gunakan Pesawat


garda cakrawala - Kementerian Perhubungan Udara mencatat jumlah pemudik Lebaran tahun ini yang menggunakan moda transportasi udara naik 11-12 persen dibandingkan tahun lalu. Bahkan kenaikannya jauh lebih tinggi dari prediksi awal yang hanya 9,8 persen.

"Kami telah mengantarkan pemudik yang akan pulang ke kampung halamannya lebih dari 3 juta atau 3,1 juta penumpang sampai Lebaran. Ini di atas prediksi kita karena untuk mudiknya saja kita perkirakan hanya 2,7 juta atau 9,8 persen, ternyata 11-12 persen kenaikannya," ujar Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso saat menggelar jumpa pers di Posko Lebaran, Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Rabu (28/6).

Agus mengatakan, 3,1 juta penumpang itu terbang dari 35 bandara di seluruh Tanah Air. Agus mengklaim, dengan kenaikan itu menunjukkan jika kesejahteraan masyarakat meningkat. Daya beli masyarakat menunjukkan tren kenaikan. Masyarakat yang biasanya hanya mampu membeli tiket kapal laut atau lainnya, sekarang mampu membeli tiket pesawat.

Dia memperkirakan dari H-7 hingga H+7, 6 juta lebih penumpang yang akan menggunakan pesawat. Padahal dari prediksi awal hanya 5,4 juta penumpang.
"Kalau sampai hari lebaran saja sudah 3,1 juta, logikanya untuk arus hingga H+7 jumlahnya sama. Jadi kita perkirakan 6,2 juta. Para pengguna pesawat biasanya memilih waktu mepet Lebaran atau mepet masuk kerja, jadi puncak arus balik kit prediksi pada H+7 nanti," jelas Agus.

Lebih lanjut dia menerangkan, kenaikan penumpang signifikan terjadi di Bandara Internasional Adi Soemarmo yang mencapai hingga 27 persen. Kenaikan yang cukup tinggi di bandara ini terjadi sejak H-7, H-8 dan H-9. Pada H-7 misalnya kenaikan penumpang mencapai 95 persen.

"Untuk on time performance diraih maskapai Garuda Indonesia itu 97 persen. Beberapa maskapai yang lainnya ada delay tetapi tidak signifikan, artinya tidak terlalu mempengaruhi penerbangan lainnya," katanya.[mdk]




Subscribe to receive free email updates: