Nistakan Agama di Status Facebook, Pria 30 Tahun Dihukum Mati

Loading...

garda cakrawala – Aktivis Amnesty International mengkritik habis pemerintah Pakistan. Mereka menuding pemerintah sudah memberangus kebebasan berbicara di negeri tersebut. Tudingan tersebut seiring dengan dijatuhkannya hukuman mati kepada Taimoor Raza.
Lelaki 30 tahun itu dinyatakan bersalah dan melakukan penistaan agama dengan menghina Nabi Muhammad. Penistaan agama tersebut dilakukan Raza lewat postingan-postingannya di akun Facebooknya. Raza juga dituduh melakukan aksi terorisme lewat postingan-postingan tersebut.
”Hukuman tersebut membawa preseden buruk untuk pemerintahan,” kata Nadia Rahman, pendukung Amnesty International Pakistan.
Pengacara hak asasi manusia di Pakistan mencatat kalau pemerintah sudah mencoba menghentikan kebebasan berbicara di internet dan media sosial. Pada Januari 2017, pemerintah memblok situs dan blog online yang secara reguler mengkampanyekan hak asasi dan kebebasan beragama.
Tetapi, Menteri Dalam Negeri Paksitan Nisar Ali Khan mengatakan kalau agama bukanlah sesuatu yang bisa dipermainkan. Dan mereka akan menghukum orang yang melakukan penistaan agama di internet. ”Jika media sosial tidak bekerja sama dengan kami, kami akan mengambil langkah tegas melawan media-media tersebut,” sambungnya. (ps)


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...