Sekolah Akan Berlangsung 8 Jam Sehari, Semoga Anak-anak Masih Punya Tenaga untuk Mengaji di Rumah

Loading...

garda cakrawalaSekolah 8 jam selama lima hari atau beken disebut full day school benar-benar akan berlaku pada awal tahun ajaran baru, yakni Juli mendatang. Netizen berharap, pelajar yang nanti akan terkuras waktunya di sekolah, semoga masih punya tenaga untuk mengaji di rumah?

Kepastian ini disampaikan lang­sung Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Namun, program tersebut akan dilakukan se­cara selektif dan bertahap, sehingga tak diberlakukan secara serentak di seluruh sekolah.

"Selektif bertahapnya akan dijaring dari bawah. Meminta masukan dari dinas masing-masing. Akan ka­mi cari masalahnya apa. Kemudian kalau masih ada yang keberatan nanti mesti kami terima," ujar Muhadjir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.

Muhadjir menilai tidak mungkin kebijakan pendidikan di Indonesia diterapkan secara serentak. Sebab, secara kultur dan infrastruktur di masing-masing daerah terdapat perbedaan.

"Pasti ada pengecualian-pengecualian tertentu atas dasar perbedaan kultur dan spasial. Sampai sekarang saja ada pengkhususan dan pengec­ualian," tutur Muhadjir.

Saat ini, tercatat 9300 sekolah di sembilan kabupaten/kota yang telah menerapkan program pendidikan karakter yang menjadi pilot project dari program delapan jam belajar di sekolah. "Saya kira itu cara-cara yang kreatif yang dibutuhkan pen­gelola sekolah. Jadi kalau menunggu fasilitas lengkap enggak akan pernah itu (dilakukan). Karena begitu ada sekolah rusak kami perbaiki nanti akan disusul sekolah rusak lainnya," tutur Muhadjir.

Di media Twitter, pro dan kontra pun disampaikan netizen menyikapi kebijakan Mendikbud tersebut. Yang mendukung beralasan waktu untuk ke­luarga akan lebih banyak untuk siswa maupun guru. "Lima hari kerja bagi guru," dukung @stainurul disamber @junotmyname. "Wah liburan hari sabtu ku udah gak sepi lagi."

Netizen yang menolak kebijakan tersebut ramai-ramai membuat hastag berisi #TolakFulldayScholl. Para netizen khawatir, fokus belajar di sekolah, tapi pendidika agama melalui mengaji d rumah jadi ter­ganggu.

"Bukannya tambah pintar dan memiliki output yg baik untuk mem­bangun bangsa. Tetapi justru menjadi beban. Stres #TolakFulldaySchool," tulis akun @riris_sova
"Menteri ngukur kebijakan pakai standar guru harus ngajar 8 jam se­hari tnp melihat pendidikan agama yg sdh mentradisi.. #TolakFulldaySchool," timpal akun @pangeran_sofiwi.

"aq gak mau eksistensi pondok pe­santren yang sudah berabad-abad terg­erus dg adanya (wacana sementara) fullday school. #TolakFulldaySchool," tulis akun @fatchoney.

"Dg adny kebjkan hari efektif 5 hari/pekan akan memtikan madrasah diniah, mka asupan pnddkan agama untk anak berkurang. #TolakFulldaySchool," ujar @ MarthaHiguitha2.

"Pak @jokowi, kalau sekolah 5 hari seminggu, 8 jam sehari, terus gimana nasib madrasah sore dan yang terpaksa kelas sore kar­ena kurang ruangan?" kata akun @ WismaKarya.

Netizen dengan @rahvi_ meny­indir gonta-ganti kebijakan. "Selamat datang dunia pendidikan yang selalu diuji coba, ganti menteri ganti kebi­jakan dan kebijakannya bisa maju." Akun @rfuzilestari bergurau.

Akun @tolkha9 mengingatkan Menteri Muhadjir agak tidak mem­buat kegaduhan baru bila tidak ingin kena reahuffle. "Bapak Presiden RI @jokowi kalau maksa berlakukan program 5 hari sekolah, ganti saja mentri @Kemdikbud_RI nya pak. #TolakFulldaySchool," ujarnya.

Sementara di forum pembaca portal berita online, mayoritas netizen juga menyayangkan kebi­jakan tersebut. Akun @badrus_717 mempertanyakan kesiapan guru dan infrastruktur sekolah sebelum kebijakan itu diterapkan.

"Pak menteri guru2 nya sudah di bekali blum dengan materi yg lengkap, kalo belum percuma kasian anak2 kita, benahi dulu sarana dan prasarana sekolah lebih afdol, ban­yak sekolah yg jauh dari kata standar untuk pendidikan, bapak di angkat jadi menteri kan untuk memikirkan bagaimana tuh memenuhi kebutu­han ituu, bukan hanya program2 saja tanpa melihat realita yg ada, benahi dulu sekolah2 itu....!!!!"

"8 jam sehari?? Gila ini orang, mau bikin anak2 jadi katak dalam tempurung. Idealnya sekolah tidak lebih dari 4 jam sehari. Hmm... harus reshuffle kayaknya," tutur akun @ ufuksenja.

"Turut berduka cita untuk putra putri kita yg akan kerja, eh, belajar 8 jam sehari. Bahagianya masa kecilku hehehe. Kasian deh kalian Adek2," kata akun @luminar.arc .

"Kenapa ya.setiap.ganti menteri su­ka ada perubahan kebijakan? Kasian kadang liat anak2 kl pulang terlalu sore baru smpe rumah udah stress lg pikirin tugas yg harys selesai blom. lg hrs ikut bimbingan private malam nya.coba deh menteri nya rasain jg jd siswa sekolah yg tiap hari bangun lebih subuh trus harus naik angkot berebut sm orang kerja blom lg dengan jalanan yg macet.kl dia kan selama.menjabat enak bgt tuh ke kan­tor tinggal nyalahin sirine orang lain pada disuruh minggir," beber netizen dengan akun @fajarnash.

Pembaca @kromo_dimedjo meng­ingatkan bisa jadi waktu libur panjang buat kegiatan tak berguna. "Makin banyak waktu untuk game, medsos dan hal-hal tidak produktif. Libur semesteran sudah lama bos." (rmol)






loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...