Tabungan Pencegah Utang

Loading...

garda cakrawala – “Kok sering banget sih mba Fitra, statusnya soal utang?” mungkin ada yang bertanya begini. Iya, aku memang punya perhatian khusus pada utang piutang. Tadi sore contohnya, saat memasak, tetiba kompor mati. gas habis. jalanlah aku ke warung.
“Ada gas tabung besar, Bu?” tanyaku, karena space yang biasa buat naro tabung gas, kosong.
“Sekarang nggak nyetok gas lagi, Mama Daffa, pada ngutang, jadi pas agen datang ambil tabung kosong, kita gak ada duit buat bayar,” jawab ibu warung.
“Jangan mau Bu kalau pada ngutang,” saranku.
“Kan banyak yang pesan gas lewat telepon. minta dianter, minta dipasangin langsung. udah selesai dipasang, baru dia ngomong bayarnya nanti nunggu bapaknya terima uang, apa iya, gas nya di copot lagi,” jelasnya panjang.

Kasus ke dua:

Di suatu sore, aku berkunjung ke rumah ibu tukang sayur keliling, memberikan kupon untuk sebuah acara santunan yatim dan dhuafa.
“Kok sekarang gak pernah lewat depan rumah lagi, Mak?” tanyaku sambil memberikan kupon.
“Mak udah kagak jualan, kagak ada modal, pada ngutang banyak,” jawabnya dalam logat betawi kental, sambil melihatkan buku catatan utang yang tersimpan di rak gerobak sayurnya.
Mataku menelusuri daftar nama yang tertera berikut nominal utangnya.
Aku ternganga, beberapa nama ada yang kukenal, walaupun memang gak akrab, tapi aku tau rumahnya, setidaknya rumahnya punya tv, kipas angin, lantai keramik, dan lain-lain dengan tingkat kelayakan yang jauh di atas standar hidup mak jualan sayur. dan utangnya pun nggak main main, ada yang Rp250 ribu, Rp400 ribu, bahkan Rp700 ribu.
Ini tukang sayur tua yang dorong gerobak lho yaa.. Kebangetan rasanya kalo sampai diutangin beratus ribu, tentu saja itu menenggelamkan modalnya.
Mak sayur sendiri, karena keterbatasan keberanian, tak kuasa menolak utang dan tak punya nyali juga untuk menagih utang.
jadilah dia bangkrut.

Kasus lain

Seseorang nangis-nangis minjam uang buat masukin anak ke SMP swasta, karena nggak diterima di SMP negri. “aku lagi gak megang uang sama sekali, batas terakhir daftar tinggal besok,”jelasnya di antara semburan air mata.
***
Memang, rumah tangga masing masing kita punya problem yang nggak sama. bisa saja suami istri kerja shubuh sampai malam, tapi tetap pas pasan mungkin karena punya banyak saudara yang harus dibiayai,
Semua punya problem yang berbeda.
Namun, aku mendapatkan tips menabung ini dari seorang konsultan keuangan hebat, dulu, dalam sebuah acara kantor, kami sempat ngobrol.
“Keuangan itu salah satu pilar penentu kokohnya kebahagiaan berumah tangga,” teori pertamanya.
“Nggak mungkin rasanya suami istri tetap becanda canda mesra, saling meledek manja, berdua menyenandungkan lagu lagu nostalgia sambil pelukan, jika suami istri tersebut punya utang di sana sini, kerja jungkir balik hanya buat bayar utang. nggak mungkin mereka harmonis.” teori keduanya.
“Punya utang itu merangsang darah tinggi, meliuk liukkan emosi, dan mengundang datangnya amarah dan gampang tersinggung, hati jadi sempit,” lanjutnya
“Jadi setiap rumah tangga itu wajib punya tabungan khusus, namanya TABUNGAN PENCEGAH UTANG.”
Intinya, kalo bisa, usahakanlah ada satu pintu rejeki, yang 100persen ditabung buat mencegah utang.
***
Nah, itu yang mau aku share di sini.
Misal, kita dagang beragam produk. pilih satu produk yang keuntungannya buat jadi tabungan pencegah utang.
Aku contohnya, kan kerjanya serabutan ya, jadi penulis bayangan atau asisten psikolog di rubrik konsultasi keluarga, nulis novel, aku juga jualan. Jualanku macam macam ya tikar, ya ciput, ya sajadah, dusdusan, dan lain-lain. Semuaaaaaa buat mendukung perekonomian keluarga. secara hidup di pinggir Jakarta dengan 4 orang anak, itu butuh uangnya nggak sedikit lho pemirsa!
Lalu ada satu pemasukan yaitu dari ngajar kelas menulis baik di grup WA maupun honor ngajar langsung jika ada yang mengundang (misal diundang sama sekolah) serta honor yang dikasih oleh orang orang yang order tulisan ke aku, 100 persen kutabung buat jaga jaga agar tercegah dari utang.
Sahabatku, yang pedagang online, juga menerapkan ini. semua hasil jualannya di hari weekend, dia tabung buat tabungan pencegah utang. hasil jualan weekday ya buat mendukung perekonomian keluarga.
Sahabatku yang lain, gajinya sebagai guru TK buat biaya hidup sehari hari, pemasukan dari ngajar les calistung di rumahnya, inilah tabungan pencegah utang.
Teman yang lain, jualan lontong, risol, bakwan, dan beragam kue lainnya. Khusus hasil jualan lontong, dia jadiin tabungan pencegah utang.
Temanku yg lain, IRT tanpa serupiahpun punya penghasilan, punya tips jitu, dia selalu memasukkan uang lima ribuan sisa belanja ke tabungan pencegah utang. jadi, berapapun dia punya kembalian lima ribuan, semua ditabung ke sini.
Secara teori ini gampang banget memulainya. yang susah itu adalah konsistensinya.
Jadi bener bener harus disiplin. jangan sampai hanya karena ada panci lg diskon, tabungan diambil, padahal panci didapur aja nggak dipake, orang kalo makan, seringnya beli ke putra minang. (eh…ini mah akuuu)
jadi…
Kalau lagi masak, gas abis, sementara uang belanja mingguan udah menipis, gajian masih seminggu lagi, ambil uang dari tabungan pencegah utang ini. JANGAN NGUTANG KE IBU WARUNG. kasian, seminggu duit modalnya nggak muter, dia kan perlu buat belanja lagi.
Nggak adilkan, untung gas setabung mungkin hanya 10ribu, sementara 150ribu duitnya mengendap di kita.
Percayalah, hidup kita nggak akan mudah, akan banyaaaaak aja masalah. karena utang itu membawa kehinaan dan lalai membayar utang itu menghilangkan keberkahan
Jadi…
Kalo tetiba mendadak ada tamu datang dari kampung, sementara isi kulkas tinggal 4butir telor. gajian masih 4 hari lagi, sementara kita pengen dong memuliakan tamu dengan sajian yg lebih layak, maka ambil uang tabungan pencegah utang ini, JANGAN NGUTANG KE TUKANG SAYUR.
Jangan hanya mikirin tabungan yang hebat hebat, investasi pendidikan, investasi hari tua, sementara untuk hal hal yang menyangkut nasib orang lain, malah ngutang.
intinya sih, berutang itu dibolehkan oleh agama, tapi ada sedemikian banyak term and conditionnya.
Berutang hanya untuk situasi yang bener bener emergency.
Ada tas bagus lewat di grup WA, ada tupperware diskon di grup BBM, ada baju anak lucu ditawarin teman sesama orangtua murid di TK , bukanlah masuk ke kategori emergency.
Bahkan, keadaan yang paling emergency pun harusnya bisa dihadapi tanpa utang jika kita memiliki tabungan pencegah utang ini.
Yuuuk kita mulai berjanji sungguh sungguh ke diri sendiri untuk nggak akan punya utang lagi.
Utang-utang yang terlanjur ada, yuuuk dilunasi segera, tunda kesenangan dulu, jual aja apa yang bisa dijual. Secara serius, mari kita merdekakan hati dan jiwa kita dari belenggu utang.
Nggak punya utang itu berasa punya sayap lho….
Hati ringan, pikiran ringan, jiwa terbang bahagia seolah bisa memetik gemintang. Yuuuuk kita ciptakan hidup yang ringan dan bahagia.



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...