Takjil Gratis dari Mana, Bang? “FPI!”

Loading...

garda cakrawala - Jika azan maghrib sudah berkumandang tanda waktu berbuka puasa telah tiba, tapi dalam perjalanan terjebak macet dan tak mempersiapkan konsumsi untuk berbuka, apa yang Anda lakukan?

Itulah yang dirasakan Hadi, 37 tahun, warga Tangerang, Banten, saat angkutan yang ia tumpangi terjebak macet di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (02/06/2017) sore.

Di luar perkiraan, ia terpaksa harus melewati waktu berbuka puasa 7 Ramadhan 1438 H di atas mobil.

Berangkat dari kawasan Buncit Raya, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.30 WIB, ia hendak menuju kawasan Cawang, Jakarta Timur.

Apa daya, kendaran roda empat yang ditumpanginya terpaksa mutar-mutar cari rute alternatif untuk segera sampai di tujuan. Selain karena macet, juga karena beberapa titik jalur kendaraan diubah tentu oleh petugas.

Alhasil, supir yang membawa Hadi memilih Jl H Rasuna Said, Kuningan, lalu mengarah ke Jl Casablanca.

Saat itu sudah pukul 17.57 WIB. Diputuskan untuk menyempatkan singgah berbuka di warung atau pedagang asongan. Tapi sayang, belum ketemu. Pun tak ada celah ruang untuk mobil berhenti dan parkir di Jl Casablanca arah ke Kampung Melayu itu.

Tiba-tiba, dari jarak sekitar 10 meter terlihat sejumlah orang berkumpul di trotoar jalan, dekat sebuah meja, yang di atasnya diletakkan sejumlah makanan dan minuman. Tepatnya di depan kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo.

Di depan meja itu dipasang tulisan besar, “TAKJIL GRATIS”. Kontan saja langsung menarik perhatian Hadi yang satu mobil dengan awak hidayatullah.com.
“Takjil Gratis” ini katanya dari FPI.
Wah, ada yang berbaik hati nih….

“Bang! Bang!… Dua!” seru Hadi kepada salah seorang pria yang berdiri di dekat meja tersebut.

Yang dipanggil paham, langsung mengambil dua bungkus takjil atau hidangan berbuka puasa di atas meja, dan memberikannya kepada kami di dalam mobil.

“Terima kasih, Bang!”

Isi bungkusan itu lumayan buat melepas dahaga dan rasa lapar; sebungkus teh hangat serta dua biji kue masing-masing lontong dan tempe goreng.

Takjil gratis dari mana, Bang?

Ditanya begitu, pria bercelana jeans hitam dan berbaju koko hitam muda motif lingkaran putih tanpa peci itu langsung menjawab singkat, “FPI!” demikian terdengar.

Ia pun bergegas kembali ke mejanya. Di belakang stan “Takjil Gratis” itu, tampak sekitar 5 orang (pria, wanita, anak-anak) yang tampaknya sedang berbuka puasa sambil lesehan.

Karena mobil sambil berjalan di tengah padatnya lalu lintas, warga yang berbaik hati berderma itu tak sempat ditanya lebih jauh, termasuk soal dari FPI mana yang menggelar hidangan berbuka puasa gratis itu.

“Masya Allah!” seru Hadi merasa bersyukur atas nikmat buka puasa sore itu yang di luar dugaannya.

Sebagian pengguna jalan raya menepi di pinggir Jl Casablanca untuk berbuka puasa.

Sementara itu, pantauan hidayatullah.com, nyaris di sepanjang Jl Casablanca tersebut, banyak berjejer para pengguna jalan yang menepi untuk menyempatkan berbuka puasa. Terutama para pengguna sepeda motor dan tukang ojek.

Mereka seperti sedang menggelar acara buka puasa bersama di jalan alias “bukber on the road”. [hc]






loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...