Wacana Reshuffle Kabinet, Gerindra: Presiden Jokowi Sudah Pikirkan Kampanye di 2019


garda cakrawala - Wakil Ketua Umum GerindraFerry Juliantono angkat bicara mengenai wacana reshuffle kabinet setelah lebaran. Ia menilai kinerja menteri sebagai pembantu presiden tidak baik.
"Ya memang kinerjanya enggak bagus, ya," kata Ferry ketika dihubungi wartawan, Rabu (27/6/2017).
Menurut Ferry, kinerja kabinet itu terkait dengan Presiden Joko Widodo yang mulai berkampanye untuk pemilihan presiden di 2019. Akibatnya, para menteri tidak dapat berkonsentrasi pada pekerjaannya.
"Presidennya sudah mikirin kampanye sih. Ya, menurut saya, Pak Jokowi sudah mikirin 2019, dari cari cara-cara kegiatannya sudah mencerminkan persiapannya Jokowi untuk maju lagi pada 2019 dibandingkan cara Presiden untuk menyelesaikan masalah, mencari solusi masalah, mensinkronkan apa yang dilakukan kabinetnya, gitu," ungkap Ferry.
Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur yang tidak dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Padahal, diharapkan pembangunan infrastruktur membuat roda ekonomo bergerak.
Ferry mengatakan presiden seharusnya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan daya beli masyarakat terutama rakyat kecil.
"Supaya mereka bisa bergerak, juga memiliki daya beli. Secara umum juga secara ekonomi bisa tumbuh bergerak, gitu. Kalau sekarang, kan Presiden sudah punya rencana infrastruktur sendiri. Menurut saya, sih seharusnya dievaluasi saja, mana yang kira-kira dibutuhkan sekali, mana yang nggak dibutuhkan," kata Ferry.
Ferry pun pesimis dengan reshuffle kabinet bila itu dilakukan Presiden Jokowi. Meskipun ia mengharapkan adanya perubahan di sektor ekonomi.
"Tapi, memang secara umum, ini masalahnya tim ekonominya yang nggak jalan. Masalahnya memang bukan di menterinya. Masalahnya di Presidennya," kata Ferry.



Subscribe to receive free email updates: