1 Ton Sabu Asal China, Rp 1,5 Triliun,Merupakan Tangkapan Terbesar Sepanjang Sejarah

Loading...

garda cakrawala – Tim gabungan Ditresnakroba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok berhasil menggagalkan penyelundupan 1 ton sabu asal China yang dibawa oleh jaringan WN Taiwan di Hotel Mandalika, Anyer. Sabu tersebut rencananya akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. Pengungkapan sabu yang terbesar sepanjang sejarah ini terungkap setelah pihak Kepolisian Indonesia menerima informasi dari Kepolisian Taiwan bahwa akan ada pengiriman sabu ke Indonesia dalam jumlah besar oleh 6 WN Taiwan.
“Kita berkoordinasi dengan polisi Taiwan bahwa ada pengiriman sabu ke Indonesia. Makanya kita melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku WNA sebagai bosnya dan juga temannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi, Kamis (13/7).
“Awalnya, kami mendapatkan informasi dari polisi Taiwan bahwa akan ada 6 WN Taiwan yang membawa sabu dalam jumlah yang besar. Namun dari hasil pengungkapan kita ketahui ada empat orang WN Taiwan, cuma yang satu lagi kabur,” kata Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan yang memimpin operasi yang dilansir oleh detikcom.
Menurut keterangan Direktorat Polda Metro Jaya dan Kapolresta Depok, tim gabungan sudah melakukan penyelidikan selama dua bulan sejak Juni 2017 bahwa akan ada pengiriman narkoba dari Cina. Tim gabungan ini melakukan penangkapan di tepi pantai dekat Hotel Mandalika Serang. Dari penangkapan itu sejumlah tersangka yang merupakan warga negara Taiwan diamankan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan menyebutkan tangkapan Tim Gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok mengamankan sabu di Dermaga eks Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang, Banten, Kamis dini hari (13/7) adalah tangkapan terbesar.

Pada penangkapan itu, polisi mengamankan satu ton sabu. “Alhamdulillah, kita bisa menangkap satu ton narkoba yang berasal dari Cina dengan pelaku warga Taiwan, tangkapan terbesar,” jelas Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/7).
Apabila dikonversikan ke rupiah, narkoba jenis sabu itu bernilai sekitar Rp 1,5 triliun. Hal ini sama saja dengan menyelamatkan dua juta warga Indonesia dari jeratan narkoba. Rincian yang diamankan adalah 27 kotak di mobil Innova gold dan 24 kotak di Innova hitam. Totalnya berjumlah 51 kotak. Estimasi 1 karung brutto masing masing 20 Kg dengan total barang bukti sekitar 1.000 Kg (1 ton).
Diduga sabu-sabu sebanyak 1.000 kilogram itu diselundupkan dari Cina ke Indonesia. Pelaku berupaya menabrakkan kendaraannya ke arah petugas saat akan dilakukan penangkapan. Petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Kota Depok menembak mati seorang warga negara asing Lin Ming Hui yang diduga sebagai pengendali satu ton sabu-sabu.
“Seorang tewas, dua orang ditangkap dan seorang lainnya melarikan diri,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (13/7).
Argo menuturkan dua pelaku lainnya bernama Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu, sedangkan seorang yang buron bernama Hsu Yung Li.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan menyebutkan lima pelaku penyelundup sabu sebanyak satu ton di Anyer, Banten berada dalam penyamaran.
“Turis, kunjungan, pura-pura mancing selama sebulan,” kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (12/7) saat menyebutkan peran pelaku.[Nge]



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...