Ahli IT ITB Dibacok, ILUNI UI: Presiden Gagal Berikan Keamanan


garda cakrawala - Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) ‎mengunjungi korban penyerangan brutal, Hermansyah di RSPAD Gatot Soebroto pada Senin (10/7/2017).
Rombongan ILUNI UI datang dengan dipimpin langsung oleh Sekjen ILUNI UI, Achmad Nur Hidayat.
Hidayat mengatakan, pengurus ILUNI UI ingin mengingatkan bahwa tujuan bernegara adalah Presiden harus mampu melindungi segenap tumpah darah seluruh bangsa Indonesia.
"Kasus Penikaman membabi-buta terhadap Hermansyah atas sikap politik yang diambilnya adalah bukti negara gagal melindungi tumpah darah warga negaranya," kata dia di lokasi.
Apalagi, kata dia, peristiwa yang keji dan biadab ini terjadi di era demokrasi.
"Tidak boleh ada warga negara yang teraniaya karena kebebasan berpendapatnya. Presiden Jokowi harus bekerja keras untuk melindungi prinsip tersebut," katanya.
Karenanya, Hidayat meminta agar Presiden Jokowi segera pulang ke Tanah Air dan bekerja kembali untuk mewujudkan demokrasi yang menjamin kebebasan berpendapat setiap warganya.
"Pak Jokowi, jika terkait dengan darah rakyatnya yang tertumpah maka hal tersebut adalah tanggungjawab Presiden. Begitu makna tujuan bernegara dalam pembukaan konstitusi kita," ungkap dia.
"Presiden harus menciptakan sistem dimana pelaku kejahatan dapat ditangkap dan diadili secepatnya dan kebebasan berpendapat dapat dijamin. Tidak boleh lagi ada darah yang tertumpa karena perbedaan pandangan politik," kata Hidayat menambahkan.
Untuk diketahui, Hermansyah yang tak lain adalah ahli IT korban pembacokan di Tol Jagorawi. Pembacokan tersebut diduga erat kaitannya dengan pernyataan Hermansyah yang menyebut chat WhatsApp Rizieq-Firza Husein palsu dan rekayasa.
Hermansyah sebelumnya diajukan Firza Husein sebagai ahli terkait perkara yang ditangani Polda Metro Jaya. Untuk membuktikan ada tidaknya kaitan kasus pembacokan dengan posisi Hermansyah yang diajukan sebagai ahli, Polri diminta segera menangkap pelaku.
"Saya tidak tahu siapa yang meradang, bergulirlah waktu terjadi begini. Jadi tidak ada alasan Polri tidak bisa menuntaskan kasus ini. Kita tahu lah setting kejadiannya itu, bisa kita lihat bahwa ini memang ini ada hubungannya dengan orang ahli," kata pengacara Hermansyah, Azam.
Pembacokan pada Minggu (9/7) dini hari bermula ketika Hermansyah dan adiknya mengendarai mobil secara beriringan dari Jakarta menuju Depok. Saat itu mobil yang dikendarai adik Herman kejar-kejaran dan saling pepet dengan mobil sedan sehingga mobil adiknya tersenggol.
Hermansyah berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan tersebut. Dari arah belakang ada mobil Honda Jazz yang merupakan teman dari pengendara mobil sedan memepet mobil Hermansyah.
Saat berada di KM 6 Tol Jagorawi mobil Hermansyah disuruh menepi dan diminta membuka pintu dan turun dari mobil oleh pelaku yang berjumlah 5 orang. Pada saat itu para pelaku menyerang Herman. (ts)




Subscribe to receive free email updates: