Alasan Serang FPI Di Dunia Maya, Ketum GP Ansor Dianggap Cari Dana dari “Proyek” Ansor Cyber Army


garda cakrawala - Segala macam cara dilakukan oleh Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum GP Ansor yang tidak bisa menerima kenyataan jika saat ini dunia maya dianggapnya sedang dikuasai oleh Front Pembela Islam.

Bahkan keberadaan Muslim Cyber Army (MCA) oleh Yaqut dianggap sebagai bagian dari milik FPI yang menurutnya jika MCA adalah “Pasukan Khusus” yang dibentuk FPI di dunia maya, sementara kita tahu jika MCA adalah milik umat Islam yang selalu membongkar segala sesuatu yang berada pada jejak digital siapa saja yang selalu memusuhi Islam.

Akibatnya Yaqut merasa perlu untuk menghentikan bahkan terkesan Yaqut ingin memberantas segala tulisan maupun postingan yang dianggapnya hanyalah alat provokasi FPI.

Namun Yaqut sepertinya “sakit hati” jika postingan dan serangan terhadap tulisan maupun hasil “Karya” pasukan khusus MCA yang kemudian disebarkan melalui sosial media untuk menyerang kelompok beserta pendukung milik golongan Yaqut, murni terbentuk secara spontan tanpa dikomando.

Yaqut sendiri selain dikenal sebagai Ketua Umum GP Ansor, juga diketahui secara terang-terangan mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada pilkada Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu, bahkan Yaqut tidak segan menyamatkan sebuah gelar, yang kita ketahui hanya diberikan kepada tokoh Islam, untuk Ahok yang disebutnya “Sunan Kalijodo”, walaupun Ahok melakukan penistaan terhadap agama Islam, namun bagi Yaqut hal itu tidak membuatnya mengurangi rasa suka dan pembelaan kepada Ahok.

Yaqut menyebut pasukan bentukannya dengan nama Ansor Cyber Army (ACA) yang nantinya bertugas untuk melakukan peperangan melawan MCA. Bahkan untuk membendung segala bentuk postingan, baik itu tulisan, gambar maupun foto. Yaqut menyiapkan pasukannya mulai dari daerah hingga ke pusat.

“Kita menyiapkan step (langkah) dan juga sebuah workshop (pelatihan) perang di dunia maya, dan kita siap tempur,” ujarnya yakin akan memenangkan pertempuran yang akan dibuat oleh ACA.

Namun hal itu menjadi bahan tertawaan netizen, salah satu netizen yang dihubungi memberikan tanggapannya terkait rencana Yaqut, @Gemacan70 mengatakan jika Yaqut salah alamat, karena MCA bukanlah sebuah organisasi yang datang melalui sebuah workshop.
“MCA hadir karena rasa sakit, marah, jengkel dan akhirnya tidak bisa diam melihat Islam dijadikan kambing hitam bahkan dijadikan musuh, dan MCA menjadi satu dikarenakan itu ! Bukan karena uang apalagi karena sebuah ormas, jadi Yaqut salah alamat,” tulis @Gemacan70

Bagi netizen lainnya juga melihat dari sisi lain, seperti yang diutarakan @dapitdong jika Yaqut sepertinya sedang merancang sebuah proyek baru, untuk mendapatkan pemasukan.

Proyek untuk membuat sebuah pasukan Cyber dengan jumlah yang tidak bisa dikatakan sedikit dan menggunakan peralatan canggih, tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan menurut @dapitdong jika proyek ini untuk anggarannya sudah pasti akan di dapat beberapa lembaga yang selama ini sangat mendukung untuk memecah belah islam, bahkan kemungkinan juga datang dari pendukung Ahok yang sakit hati karena kalah, apalagi sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit.

“Kita tahulah, ketika Ahok selesai maka pemasukan mereka otomatis hilang, maka dibuatlah proyek baru untuk mengais kembali uang milik organisasi yang tujuannya memang ingin memecah belah Islam dengan membenturkan sesama Islam, bahkan bisa juga datang dari pendana Ahok ketika menjadi calon Gubernur DKI Jakarta,” ucap @dapitdong memprediksi sumber dana ACA. [pbw]



Subscribe to receive free email updates: