Aprindo: Daya Beli Longsor Sejak 2,5 Tahun Ini

Loading...

garda cakrawala - Jakarta - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengakui adanya pelemahan daya beli masyarakat. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua setengah tahun terakhir.
"Daya beli masyarakat turun,dimana usia produktif jauh lebih besar dari tua (tetapi) pekerja muda belum tetap dengan pekerjaan formil dan mendapatkan upah layak," jelas Roy Mandey, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (10/7/2017).
Diakui Roy, meningkatnya usia produktif ini merupakan bonus demografis negara, akan tetapi hal ini berkontribusi menurunkan pendapatan ritel sebesar 40% hingga 50% dari pendapatan tahun sebelumnya. "Itu nominal growth pertumbuhan secara bulan ke bulan dari penjualan," terang Roy.
Kendati pemerintah menerapkan harga eceran tertinggi (HET), menurut Roy, belumlah efektif. Pengaruh dalam menjaga harga tiga komoditas pangan yang diatur, sangatlah kecil. "Berpengaruh tapi tidak signifikan, karena penjualan kita tidak hanya yang tiga unit HET itu saja kan," papar Roy. [inilah]




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==