Diserang PDIP, Begini Tanggapan PAN

Loading...

garda cakrawala – PDIP meminta Presiden Jokowi mencopot kader PAN di kabinet lantaran partai pimpinan Zulkifli Hasan itu dinilai tidak loyal. Gerah dengan tudingan tersebut, Ketua DPP PAN Yandri Susanto angkat bicara.
Yandri mengatakan, yang bisa mengevaluasi kontribusi partainya dalam koalisi adalah Presiden Jokowi semata.
“Yang menilai kami Presiden, bukan partai lain,” kata Yandri singkat, Kamis (13/7/2017).
“Bukan PDIP yang evaluasi koalisi,” tambahnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta PAN dikeluarkan dari koalisi. Alasannya, menurut dia, PAN terlihat setengah hati mendukung Jokowi. Hal ini terlihat dari sejumlah sikap PAN yang kerap berseberangan dengan pemerintah.
Partai berlambang matahari itu, misalnya, menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat, yang diterbitkan Jokowi beberapa hari lalu. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan perpu itu menimbulkan pro dan kontra sehingga tidak tepat bila ditandatangani Presiden.
Bukan hanya itu, Hasto juga menyebutkan sejumlah sikap PAN lainnya yang berseberangan dengan koalisi. Antara lain, berbeda suara dengan pemerintah yang menginginkan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen, serta kritik keras kepada pemerintah dari sejumlah kader PAN.
“Harusnya, kalau sudah menyatakan dukungan kepada pemerintah, disertai dengan implementasi dukungan kebijakan. Jangan bersikap setengah-setengah atau tidak jelas. Itu yang diperlukan PDIP,” kata Hasto saat ditemui di kantor pusat PDIP, kemarin.
Pecahnya kongsi antara PAN dan partai utama pendukung Jokowi inilah yang menyebabkan posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur goyang. Asman adalah kader PAN yang baru setahun yang lalu bergabung dengan Kabinet Kerja. Partai ini awalnya merupakan oposisi pemerintah, namun beralih menjadi anggota koalisi sehingga mendapat satu jatah kursi menteri.
Bila PAN dikeluarkan dari koalisi, Jokowi didukung enam partai: PDIP, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai NasDem, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan.(yn)
Editor : Redaktur | teropongsenayan.com




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...