Istri Hermansyah Masih Shock Lihat Suaminya Dibacok

Loading...


garda cakrawwala - Hermansyah (46), pakar IT Institut Teknologi Bandung (ITB), korban pengeroyokan dan pembacokan sekelompok orang tak dikenal, Minggu (9/7), telah berhasil melewati masa kritis.

Sebelumnya, Herman menjalani operasi di RS Hermina di Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok. Kondisi Hermansyah kini dinyatakan mulai stabil.

Hal itu dikatakan anggota tim dokter RS Hermina, dr Irfansyah yang ikut mengoperasi Hermansyah dan menanganinya, Minggu sore. "Kondisinya sudah siuman namun masih tetap di ruang ICCU.

Operasi berjalan lancar dan berlangsung selama satu jam," katanya, Minggu sore.

Menurutnya operasi mulai dilakukan sejak pukul 12.00. "Sebelum operasi, sekira pukul 10.30, kami observasi di UGD dan tekanan darahnya sempat drop. Namun kini kondisinya mulai stabil setelah dioperasi," katanya.

Ia menjelaskan saat pertama kali masuk ke RS Hermina dan ditangani tim dokter, kondisi Hermansyah cukup kritis.

"Korban masuk ke rumah sakit dan langsung kami tangani mulai Minggu pukul 04.50. Saat itu kondisi cukup kritis karena luka serius di leher sisi kiri, siku kiri, pergelangan tangan kiri, dan diatas telinga kiri," kata Irfansyah.

Sementara itu, kerabat korban, Abdi Munif, yang merupakan Ketua Ikatan Alumni (IKA) ITB Jakarta dan sempat menjenguk di RS Hermina mengatakan Hermansyah belum bisa diajak bicara meski sudah siuman pasca operasi yang dijalaninya.

"Menurut dokter, dia dalam masa pembersihan luka pasca operasi. Namun sudah keluar ruang operasi tadi," kata Abdi.

Menurutnya, Hermansyah ditunggui oleh kakaknya. Sementara istri Hermansyah, Irina, yang mengantar korban ke rumah sakit, dijemput penyidik Polres Metro Jakarta Timur, Minggu sore, untuk membuat laporan dan dimintai keterangannya seputar kasus ini.

"Istrinya shock sekali. Karena kejadiannya kan di depan istrinya," katanya. Istri Hermansyah, Irina, diketahui adalah perempuan berdarah Eropa Timur. Dianiaya

Hermansyah dikeroyok dan dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal dengan senjata tajam di depan istrinya di ruas Tol Jagorawi KM 6, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (9/7) dini hari.

Ia dilarikan ke RS Hermina Depok di Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok, dengan kondisi bersimbah darah. Sejumlah bagian tubuhnya terutama di leher mengalami luka tusuk dan bacokan senjata tajam.

Bahkan, mobil milik korban Avanza B 1086 ZFT berwarna putih yang membawanya ke RS Hermina tampak dipenuhi darah korban, terutama di bagian luar bodi mobil sebelah kanan sampai di bagian dalam mobil.

Pjs Kasubag Humas Polresta Depok Ajun Komisaris Firdaus menuturkan dari informasi sementara yang didapat pihaknya, korban Hermansyah, mengalami penusukan dan pembacokan oleh orang tak dikenal di ruas Tol Jagorawi KM 6.

Ia menjelaskan lokasi kejadian berada di antara TMII dengan Tol JORR. "Korban atas nama Hermansyah, berusia 46 tahun, alamat KTP Perum Pesona Depok, namun alamat saat ini di Kelurahan Tirta Jaya, Sukmajaya, Depok," kata Firdaus.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi diketahui bahwa saat kejadian Hermansyah mengendarai mobil Avanza B 1086 ZFT warna putih bersama istrinya Irina, beriringan dengan mobil yang dikendarai adiknya.

"Pada hari Minggu (9/7) sekitar jam 04.00, korban dan adiknya menggunakan dua mobil bermaksud pulang ke Depok (dari arah Jakarta). Korban menggunakan mobil Toyota Avanza B 1086 ZFT," kata Firdaus.

Ketika mobil berjalan beriringan, di Tol Jagorawi mobil yang dikendarai adiknya kejar-kejaran dan saling pepet dengan sebuah mobil sedan.

"Sehingga mobil adiknya kesenggol dan korban berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan tersebut," kata Firdaus.

Namun dari arah belakang ada mobil Honda Jazz yang merupakan teman dari pengendara mobil sedan yang memepet mobil adik korban.
"Sekitar KM 6 Tol Jagorawi mobil korban disuruh menepi oleh pelaku. Mereka kemudian memaksa korban untuk membuka pintu," katanya.

Langsung diserang

Saat korban turun langsung diserang oleh para pelaku yang berjumlah sekitar 5 orang. "Salah seorang di antaranya menggunakan senjata tajam, setelah itu para pelaku melarikan diri," tambah Firdaus.

Hal senada diungkapkan Nuti, adik Hermansyah. Menurut dia, penumpang di dua mobil itu langsung turun dan menganiaya Hermansyah.

"Ada dua mobil yang menyerang. Mereka langsung mengepung saat mobil berhenti. Satu mobil di depan dan satu mobil di belakang," kata Nuti, adik Hermansyah ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (9/7).

Keterangan tersebut didapatnya dari Irina, istri Hermansyah, yang saat itu bersama korban ketika kejadian. Namun, Irina belum menyebut ciri-ciri pelaku maupun kendaraan yang digunakan pelaku.

"Mungkin karena panik, saat Hermansyah ke luar mobil, tiba-tiba penumpang mobil yang mengepung langsung menyerang," katanya.

Setelah kejadian, para pelaku langsung melarikan diri. Karena kondisi Hermansyah cukup parah, akhirnya Irina yang mengendarai mobil tersebut.

"Istrinya yang mengantarkan langsung ke rumah sakit, dia yang nyetir," katanya.

Masih shock

Kondisi Irina masih shock. "Iya (masih shock), sejak dari pagi istrinya nggak mau makan," kata Nuti. Saat ini, sang istri masih mendampingi Hermansyah yang tengah dirawat di RS Hermina Depok.

Hermansyah sendiri sedang menjalani operasi karena mengalami luka cukup parah, khususnya di bagian leher kiri. "Istrinya belum bisa diajak bicara banyak. Kronologinya juga dia yang tahu," katanya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala, leher, dan tangan. "Korban kemudian terkapar bersimbah darah di dalam mobil, dan menyender di jok mobil," kata Firdaus.

Sementara itu, polisi mengumpulkan sejumlah petunjuk dari mobil yang dipakai Hermansyah. "Dari mobil kami angkat sidik jari dan barang bukti yang bisa mengarah ke terduga pelaku seperti bercak darah," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Teguh Nugroho ditemui di RS Hermina Depok, Minggu sore.

Selain itu, dari dalam mobil, polisi mengambil sejumlah barang seperti jam tangan dan sampel darah yang ada di jok penumpang. "Nanti akan diolah tim," kata Teguh.

Bercak darah

Mobil Toyota Avanza bernomor B 1086 ZFT itu kini diparkir di halaman belakang RS Hermina Depok.

Bercak darah terlihat jelas di sisi kanan mobil. Selain itu, ada penyok dan baret di sisi belakang kanan dan kirinya.

Sementara itu seorang petugas jaga RS Hermina menuturkan korban penusukan dan pembacokan atas nama Hermansyahyang masuk, Minggu dini hari, sejak siang ini mulai menjalani operasi di lantai dua rumah sakit.

"Sudah masuk ruang operasi korbannya di lantai dua rumah sakit," kata dia.
Hermansyah adalah pakar IT atau pakar telematika yang dalam sebuah kesempatan di acara diskusi di salah satu TV swasta menuturkan bahwa chat mesum antara pimpinan FPI Rizieq Syihab dengan Firza Husein yang kini kasusnya diproses hukum oleh polisi adalah hoax.

Hal itu, kata Hermansyah, berdasarkan diksi yang dipakai Rizieq dalam chat tersebut. Dimana dalam chat tersebut Rizieq menggunakan kata 'saya', sementara dalam percakapan sehari-hari dan telepon, Rizieq biasa menggunakan kata 'ana' sebagai pengganti kata 'saya'. [tn]




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...