"Jangan Karena Putra Presiden, Kaesang Diperlakukan Istimewa"


garda cakrawala - Putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dilaporkan warga bernama Muhammad Hidayat ke Polres Bekasi Kota atas tuduhan menyebar ujaran kebencian (hate speech) dan menistakan agama.

Terkait hal itu, anggota Komisi III DPR RI, Supratman Andi Agtas, menegaskan, semua warga negara kedudukannya sama di depan hukum.

"Menurut saya diproses saja silakan nanti polisi melakukan penyelidikan undang ahli," tukas Supratman di gedung Nusantara III Senayan, Jakarta, Rabu (5/7).

Supratman mengingatkan, polisi selayaknya bertindak profesional dengan menyelidiki kasus ini seobjektif mungkin, meski terlapornya adalah putra orang nomor satu di Indonesia ini. 
Kata Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu, jangan karena Kaesang anak Jokowi lantas diperlakukan istimewa.
"Kalau objektif, berarti kan memperlihatkan bahwa betul-betul Polri profesional dalam melihat suatu kasus yang terjadi. Maksud saya, perlakuan istimewa itu kalau terjadi tindak pidana ya harus diproses, itu saja," pungkas Supratman.

Diwartakan sebelumnya, sosok Kaesang tiba-tiba jadi bahan pergunjingan sejumlah warganet di situs microblogging Twitter, sejak Rabu (5/7) lalu. Usut punya usut, hal itu terkait dengan laporan seorang warga Tapanuli yang berdomisili di Bekasi bernama Muhammad Hidayat S.
Hidayat melaporkan Kaesang ke kantor Polres Bekasi Kota, Jawa Barat, atas kasus dugaan penodaan agama dan ujaran kebencian lewat Youtube.

Menurut Hidayat, isi video yang diunggah Kaesang tersebut bermuatan ujaran kebencian berdasarkan SARA berupa ucapan kata-kata: "mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, nggak mau mensalatkan padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin, apaan coba, dasar ndeso."
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana atau juga Kaesang Pangarep.

@jitunews 





Subscribe to receive free email updates: