Kecam Penikaman Hermansyah, Habib Novel: Ini Novel Baswedan Kedua

Loading...

garda cakrawala – Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Habib Novel Bamukmin secara tegas menyatakan bahwa insiden penyerangan terhadap Hermansyah erat kaitannya dengan kasus yang menimpa Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Menteri Susi: Di mana Kedaulatan Kita Kalau Kapal Dikuasai Ribuan Orang Asing?


Hal ini lantaran Hermansyah pernah menyatakan pendapat bahwa kasus pornografi antara Rizieq dan Firza Husein adalah palsu. Ia sendiri merupakan ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Ini sangat menyakitkan. Beliau adalah ahli IT dari GNPF MUI. Rupanya mereka yang berseberangan dengan dengan GNPF MUI dan 212 sudah main keras,” kecam Novel saat dihubungi Kriminalitas.com, Senin (10/7/2017).
Novel meminta kepolisian mengusut tuntas kasus yang menimpa Hermansyah. Dia menganggap, negara sudah tidak aman bagi para aktivis dan ulama.
“Ini Novel Baswedan kedua. Kami mengecam keras tindakan penyerangan kepada aktivis dan ulama ini,” ucap Novel.
Menurutnya, insiden teror semacam ini bukanlah kali pertama yang dialami pihaknya. Sejak mereka mendukung agar kriminalisasi aktivis dan ulama ini dihentikan, pihaknya sudah berulang kali mengalami teror.
“Ini sudah rentetan teror kepada kami dan inilah teroris yang sebenarnya menyerang kami,” tegasnya.
Sekadar informasi, Hermansyah diserang oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Tol Jagorawi. Insiden itu terjadi pada Minggu (9/7/2017). Saat itu Hermansyah dan istrinya hendak pulang ke rumahnya di kawasan Depok.

Arie Untung: Ada Pembacokan, Sayang Mereka tak Ninggalin KTP Kaya “Tukang Panci”


Saat melintas di KM 6, mobil korban diserempet oleh pelaku yang menaiki mobil jenis sedan, lalu korban dipaksa menepi oleh pelaku. Begitu turun dari mobilnya, Hermansyah langsung diserang oleh pelaku berjumlah lima orang. Satu di antaranya menikam Hermansyah dengan senjata tajam dan langsung melarikan diri.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala, leher, dan tangan. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Depok.




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...