Pengakuan Penganiaya Hermansyah: Tak Ada yang Menyuruh

Loading...

garda cakrawala – Salah satu pelaku penyerangan pakar IT Institut Teknologi Bandung, Hermansyah, yakni Lauren Paliyama (31) mengaku jika penyerangan yang ia lakukan tidak ada perintah dari siapapun.
Lauren yang merupakan pelaku utama pembacokan Hermansyah mengatakan, apa yang ia lakukan murni spontan karena dalam kondisi dibawah pengaruh minuman keras. Ia berkata, hal itu terjadi karena berupaya menolong pelaku lain yang merupakan kakaknya, ketika mobilnya dipepet oleh Hermansyah.
“Saya minta maaf, bukan rekayasa atau ada perintah dari siapapun. Kakak saya dipepetin, saya tanya kenapa? Korban marah,” kata Lauren di Markas Polda Metro Jaya, Kamis, 13 Juli 2017.
Atas dasar itulah, dia langsung menusuk Hermansyah. Melihat ia menyerang Hermansyah, para pelaku lain, juga ikut menyerang.
“Saya pukul, semuanya (pelaku lain) ikut (menyerang),” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, polisi telah berhasil meringkus dua pelaku penyerangan Hermansyah, Rabu 12 Juli 2017 dini hari. Mereka adalah Edwin Hitipeuw (37) dan Lauren Paliyama (31), yang ditangkap di kawasan Depok, Jawa Barat.
Tak lama berselang, polisi kembali menangkap dua pelaku lagi pada hari Kamis 13 Juli 2017 dini hari. Dia adalah Erick Birahy dan Richard Patipelu. Keduanya diringkus di kawasan Bandung, Jawa Barat.
Sementara itu, seorang pelaku lagi, yakni Domaince (sebelumnya ditulis Domingus) masih buron. Sedangkan seorang perempuan dari tempat hiburan malam yang ada di kubu pelaku, Siska, hingga kini juga masih dicari.
Untuk diketahui, Hermansyah pakar IT ITB yang sempat menyebut kasus chat mesum Habib Rizieq adalah hoax itu diserang sekelompok orang tak dikenal saat tengah melintas di Tol Jagorawi Km 6. Dugaan sementara, pemicu keributan akibat cekcok di jalan lantaran saling serempet. Hingga kini kasusnya masih dalam penyelidikan polisi.[ vv]



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...