Pengamat: Perlu Ada Ruang Dialog Antara Habib Rizieq dan Presiden Jokowi


garda cakrawala – Pengamat komunikasi politik, Emrus Sihombing, turut angkat suara terkait langkah rekonsiliasi yang dilakukan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, atas kasus yang menimpanya.
Diketahui, upaya rekonsiliasi diajukan karena Rizieq merasa dirinya dikriminalisasi lantaran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah di Pilkada DKI Jakarta. Terlebih, kasus yang menjeratnya kini, yakni kasus chat WhatsApp berkonten pornografi dinilai terlalu dipaksakan dan bersifat politis.
Terkait hal tersebut, Emrus beranggapan, apa yang menjadi tuntutan Habib Rizieq terhadap pemerintah layak didengar. Ia pun menilai, perlu ada ruang dialog antara Habib Rizieq dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) agar tercipta 'jalan tengah' yang bisa menyenangkan kedua belah pihak.

“Masukan-masukan dari mereka (kubu Habib Rizieq) perlu didengar oleh pemerintah dengan cara mengajak mereka berdialog. Apa salahnya Rizieq minta bertemu dengan Jokowi. Pasalnya, dengan adanya dialog, nantinya akan ada jalan tengah yang bisa menyenangkan kedua pihak,” kata Emrus saat dihubungi Rabu (5/7).
Emrus melanjutkan, apabila ruang dialog tersebut ditutup, maka akan sulit untuk menemukan titik temu dari perbedaan yang ada.
“Jadi siapa pun yang memberi kritikan, pemerintah wajib untuk mendengarnya,” pungkas Emrus, dikutip dari kriminalitascom.






Subscribe to receive free email updates: