Perwira TNI AL Tembak Mati Buronan Polisi di Surabaya


garda cakrawala - Petualangan Abdul Aziz alias Aziz Sabrang (29), spesialis pencurian mobil jenis Mitsubishi L300 dan sepeda motor otomatis (matic) berakhir sudah. Lelaki yang sudah sejak tahun 2016 diburu Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya itu tewas ditembak Mayor Laut (P) Tunggul Waluyo di Surabaya, Rabu (5/7) dini hari.

Sementara seorang rekan Azis yang juga diduga terluka terkena tembakan saat gagal membawa kabur motor Tunggul Waluyo yang kesehariannya adalah Paopsjar Sekopaska Komando Armatim Surabaya itu, kini dalam pencarian.

“Jenazah pelaku yang ada dikamar mayat RSUD Dr Soetomo, sesudah lima jam diteliti petugas Identifikasi Inafis dan Lidik, diketahui bernama Abdul Aziz alias Aziz Sabrang, warga Desa Jadih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Dia ini diduga keras terlibat dalam aksi pencurian sebanyak 88 unit mobil Mitsubhisi L300 di Surabaya sejak 2016,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga kepada wartawan, Rabu (5/7) tadi malam.
Ia membenarkan, sesuai keterangan saksi Tunggul Waluyo, ada tiga orang yang semula membobol pintu pagar rumahnya di Jalan Simorejo 102-A Sukomanunggal, Surabaya. Saksi yang memergoki aksi pencurian motornya dilakukan tiga orang, langsung mencoba menegur namun nyaris celaka karena pelaku membawa senjata tajam dan airsoft gun.
Dua kali tembakan pelumpuhan dilakukan dan membuat Azis terjatuh dari boncengan rekannya dan dua orang penjahat tetap kabur kendati salah seorang di antaranya diduga juga terkena tembakan Tunggul Waluyo.

Menurut AKBP Shinto, dari data laporan 88 kasus curanmor mobil jenis Mitsubishi L300 dan puluhan unit sepeda motor maticlainnya, Azis inilah yang sejak awal 2016 masuk daftar pencarian orang (DPO). Aziz merupakan rekan beraksi (partner in crime) residivis curanmor Abdurrahman Soleh alias Qubaisy alias Sadeng yang sudah ditembak mati, September 2016 lalu.

Aziz bersama Sadeng pernah terlibat baku tembak dengan polisi di Jembatan Suramadu pada Agustus 2016 yang lalu. Dalam baku tembak itu, Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi tertembak airsoft gun Azis dan kawan-kawan.
Tindakan perwira TNI-AL itu melumpuhkan pelaku, menurut Polrestabes Surabaya, merupakan tindakan yang dibenarkan karena pelaku pencurian melawan dan bahkan sempat melepaskan tembakan airsoft gun ke arah saksi.

“Komplotan ini membekali diri dengan senjata dan pistol airsoft gun,” tandas AKBP Shinto sambil menambahkan pihaknya kini sedang memburu dua rekan Azis yang diduga bersembunyi di Madura. Hingga semalam jenazah pelaku spesialis curanmor masih berada di kamar mayat RSUD Dr Soetomo, Surabaya guna menunggu hasil otopsi.




Subscribe to receive free email updates: