Saksi ‘Bisu’ Ini Bisa Bongkar Siapa Pelaku Penikam Hermansyah Sebenarnya

Loading...

garda cakrawalaJajaran Polda Metro Jaya baru saja mengambil DNA Pakar Telematika Institut Teknoologi Bandung (ITB), Hermansyah.
Nantinya, DNA tersebut akan dicocokan dengan arloji yang tertinggal di dalam mobil Hermansyah setelah insiden pembacokan terjadi.
“Ini kami akan cek DNA-nya pelaku yang ada di jam itu. Apakah identik dengan siapa nanti pelakunya. Nanti kami buktikan milik tersangka siapa, kami akan cari kecocokannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di kantornya, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7/2017).
Selain melakukan tes DNA, pihaknya tengah mencari barang bukti pisau yang digunakan untuk membacok korban.
“Kedua, kami mencari bukti barang berupa pisau pelaku. Mudah-mudahan dapat perkembangan kira-kira pisau itu ditanam untuk membuang jejak kejahatan pelaku atau dibuang,” jelas Argo.
Hingga kini, polisi juga masih mencari seorang wanita bernama Siska yang diduga mengetahui persis kronologi pengeroyokan terhadap Hermansyah.
Sebab saat itu, Siska ikut berada dalam salah satu mobil pelaku. Namun, wanita tersebut dipastikan tidak turut terlibat dalam aksi pengeroyokan.
“Ketiga, kami mencari perempuan yang ikut di dalam mobil itu dan pasti dia tahu persis bagaimana kegiatannya dan perjalanan para pelaku saat itu. Namun sampai sekarang belum tahu dimana,” tandas dia
Dua pelaku atas nama Laurens Paliyama (31) dan Edwin Hitipeuw (37) lebih dulu ditangkap di Kota Depok pada Rabu (12/7/2017) dini hari. Di hari yang sama, polisi kembali menangkap dua orang atas nama Richard dan Erick di Kawasan Bandung, Jawa Barat. Sementara satu orang lagi bernama Domaince masih menjadi buronan.
Peristiwa pembacokan ini terjadi ketika dua mobil jenis Honda City dan Toyota Yaris menyenggol mobil Toyota Avanza milik Hermansyah. Usai mobilnya lecet, Hermansyah lantas menghentikan laju kendaraannya.
Nahas, bukannya mendapat jawaban, dia justru malah ditusuk salah seorang pelaku di beberapa bagian tubuhnya hingga ia mengalami perawatan intesif di rumah sakit.





loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...