Terpojok, Sri Mulyani Keluarkan Jurus Salahkan Kementerian dan Lembaga Juga Pemda

Loading...


garda cakrawalaSri Mulyani Indrawati mulai terpojok dan menyalahkan orang lain. Jurus itu diperlihatkan sang Menteri Keuangan ketika berkunjung ke DPR RI, Selasa siang (11/7).

Sri Mulyani menuding ketidakmampuan Kementerian dan Lembaga, juga pemerintah daerah dalam menyusun anggaran. Ketidakmampuan ini membuat  sedikit dana yang terserap atau tergunakan, sementara pemerintah sudah mencarikan dana, termasuk lewat utang, untuk memenuhi permintaan anggaran tersebut. 
Dalam waktu 2,5 tahun terakhir, pemerintahan Joko Widodo telah mencatatkan utang sebesar Rp 3.672 triliun.

Sri Mulyai mengingatkan, bahwa APBN tidak disusun tiba-tiba oleh pemerintah pusat, melainkan melalui proses penyusunan program dan anggaran dari Kementerian dan Lembaga, juga pemerintah daerah. Bila total permintaan anggaran lebih besar dari kemampuan dana, maka pemerintah mencari jalan lain, yakni dengan mengajukan utang baru. 

Dengan demikian, sambung Sri Mulyani, sayang sekali bila anggaran yang sudah disiapkan via utang tidak bisa dikonversi menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi. 



“Hal ini akan menyebabkan dua beban. Satu biaya utang meningkat, dan kedua Kementerian dan Lembaga, juga pemda tidak melakukan tugasnya untuk penganggaran yang baik,” kata Sri Mulyani. 


Selain mengakui kekacauan penyusunan anggaran, Sri Mulyani juga berjanji akan memperbaiki persoalan ini dengan menyiapkan perencanaan yang tidak hanya realistis tetapi juga dapat direalisasikan. [rmol]



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...