TRUE STORY!! Salip Iring-iringan Mobil Jenazah,Polisi Diamuk Massa!!

Loading...

garda cakrawala .com -Publik tentu masih ingat dengan film ‘Aku Adalah Kau yang Lain’ karya Anto Galon. Dalam film hoax itu, umat Islam digambarkan sebagai umat yang intoleran. Film yang tidak sesuai fakta ini tentu menuai kecaman berbagai pihak.
Ada peristiwa nyata (True Story) FAKTA bukan Umat Islam yang suka menghalang-halangi mobil ambulance seperti di film hoax Anto Galon.
Tapi justru oknum polisi yang arogan bahkan terhadap iring-iringan mobil jenazah sehingga akhirnya warga ngamuk dan mengejar oknum polisi. Peristiwa ini juga disiarkan MetroTV, satu tahun yang lalu.
Puluhan personel kepolisian dari Mapolda Papua Barat berhamburan saat dikejar oleh pengantar jenazah di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Senggang, Manokwari, Selasa (10/5/2016) sekira pukul 11.00 WIT.
Kejadian itu berawal saat, dua personel dari Polda Papua Barat berseragam lengkap menyalip iring-iringan rombongan pengantar jenasah di lokasi kejadian. Setelah menyalip, kedua polisi tersebut lalu memalang kendaraanya tepat didepan Toko Tengah.
Selanjutnya, beberapa orang dari pengantar jenazah kemudian menegur dua orang oknum polisi tersebut. Menolak ditegur, dua orang polisi itu lalu marah sehingga terjadi insiden saling dorong. Lantaran kalah jumlah, dua polisi itu lalu menyelamatkan diri.
Tak berselang lama, dua orang polisi itu justru datang kembali bersama rekan-rekannya ke lokasi kejadian untuk mencari warga yang sempat bersitegang. Warga yang merasa tertantang lalu menyerang puluhan polisi menggunakan balok kayu dan potongan besi serta batu.
Dilansir Rakyatku.com, saat diserang puluhan personel polisi itu langsung kabur kocar-kacir menyelamatkan diri dari amukan warga. Tak hanya itu, pengendara di lokasi tersebut pun berhamburan dan menyelamatkan diri ke rumah maupun toko milik warga setempat.
Salah seorang saksi mata yang merupakan rombongan pengantar jenazah, Arba (40) mengatakan, pihaknya tidak menerima perlakuan oknum polisi tersebut. Apalagi, aksi kedua oknum polisi itu dilakukan saat proses pengantaran jenazah.
“Caranya tidak bagus, sudah tau ada jenazah, main salip-salip saja,” kata Arba.
Setelah itu, lanjut Arba, warga kembali emosi karena kedua polisi tersebut datang kembali ke lokasi bersama puluhan personel polisi lainnya.
“Suasana sebenarnya sudah agak tenang, tapi ternyata yang lari tadi, datang lagi bersama puluhan anggota dan membawa tongkat kayu,” tuturnya lagi.
Simak videonya dibawah ini :

Masihkah menganggap umat Islam adalah umat yang intoleran?
Sumber : pekanews







loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...