5 Amalan Utama di Awal Bulan Dzulhijjah

Loading...


Selain bulan Ramadhan, Dzulhijjah juga termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala. Terutama di sepuluh hari awal bulan tersebut. Dibandingkan dengan hari-hari yang lain, Allah lebih mencintai amalan seorang hamba yang dikerjakan pada hari-hari tersebut. Sehingga kita diperintahkan untuk memperbanyak amal di dalamnya.

Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada hari dimana amal sholeh di dalamnya lebih dicintai Allah dibandingkan sepuluh hari-hari ini, Mereka bertanya, ‘Meskipun berjihad di jalan Allah?’ Beliau menjawab, ‘Meskipun berjihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya. Dan tidak ada yang kembali sedikitpun.” (HR. Bukhari)

Memperbanyak amalan di awal bulan Dzulhijjah bermakna umum, artinya mencakup seluruh amal shaleh yang dianjurkan dalam Islam. Namun demikian, ada beberapa bentuk amalan secara spesifik dianjurkan langsung oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Di antara amalan-amalan tersebut adalah:
Berpuasa

Disunahkan bagi seorang muslim untuk berpuasa sembilan hari awal bulan Dzulhijjah. karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam menganjurkan melakukan amal sholeh pada sepuluh hari bulan tersebut dan puasa termasuk amalan terbaik. Sungguh Allah telah memilih untuk diri-Nya sebagaimana dalam hadits qudsi:

قال الله : كل عمل بني آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به

“Allah berfirman, ‘Semua amalan bani Adam baginya kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku dan saya yang akan memberi balasannya’.” (HR. Bukhari)

Dahulu Nabi sallallahu alaihi wa sallam berpuasa sembilan Dzulhijjah. Dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya dari sebagian istri Nabi sallallahu alaihi wa sallam berkata, “Biasanya Nabi sallallahu alaihi wa sallam berpuasa sembilan Dzulhijjah dan hari asyura serta tiga hari pada setiap bulan. Pertama senin dari bulan dan dua kamis.” (HR. Nasa’I dan Abu Dawud).
Memperbanyak bacaan tahmid (alhamdulillah), tahlil (Lailaha illallahu) dan takbir(Allahu Akbar).

Disunahkan membaca takbir, tahmid, tahlil dan tasbih. Mengeraskan bacaan tersebut di masjid-masjid, rumah, jalanan dan di semua tempat yang diperbolehkan menyebut Allah untuk menunjukkan ibadah dan mengiklankan keagungan Allah Ta’ala. Lelaki dikeraskan dan melirihkan bagi wanita. Allah Ta’ala berfirman:

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 28)

Mayoritas ulama mengatakan bahwa hari yang telah ditentukan adalah sepuluh hari (Dzulhijjah). Sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, “hari yang telah ditentukan (Ayyam ma’lumat) itu adalah sepuluh hari.”

Dari Abdullah bin Umar radhiallahunahuma dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melakukan amalan di dalamnya dibandingkan pada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyak di dalamnya dengan tahlil (mengucapkan ‘Lailaha illallahu), takbir (mengucapkan Allahu Akbar) dan tahmid (mengucapkan Alhamdulillah).” (HR. Ahmad)
Menunaikan haji dan umrah.

Di antara amalan yang paling utama di sepuluh (awal dzulhijjah) adalah menunaikan haji di Baitullah Haram. Siapa yang diberi taufik oleh Allah menunaikan haji ke baitullah dan menunaikan manasiknya sesuai dengan tuntunan, maka dia telah mendapatkan bagian dari sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam :

اَلْحَجُّ الــمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَـــنَّةَ

“Haji mabrur, tidak ada balasan baginya melainkan surga.” (HR. Bukhari-Muslim)
Berkurban (udhiyah)

Amalan sholeh yang dianjurkan juga di sepuluh awal bulan Dzhulhijjah adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan menyembelih kurban, mempersembahkan yang terbaik dan mengorbankan harta di jalan Allah Ta’ala.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah pada hari nahr (hari menyembelih atau ‘idul adha; pent) manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)
Bertaubat dan Meninggalkan Segala Macam Maksiat dan Dosa.

Bertaubat pada awal bulan tersebut merupakan momen yang tepat untuk mendapatkan ampunan dan rahmat Allah Ta’ala. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

إِنَّ اللَّهَ يَغَارُ وَغَيْرَةُ اللَّهِ أَنْ يَأْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللَّهُ

“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya.” (HR. Muttafaqun ‘Alaihi)

Demikianlah lima bentuk amal shaleh yang dianjurkan lansung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar dikerjakan pada awal Bulan Dzulhijjah. Semua amal tersebut tidak lain diperintahkan agar setiap hamba bisa meraih keridhaan dari Allah subhanahu wata’ala. Sehingga kehidupannya pun akan diliputi dengan rasa tenang dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bis shawab!




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...