Diplomasi ghudeg putra Jokowi, pemanis Pilpres 2019?

Loading...

garda cakrawalaCitarasa gudheg tentunya sudah melekat di lidah masyarakat Indonesia, khususnya warga Yogyakarta. Rasanya yang manis dan gurih plus campuran aneka bumbu tambahan membuat gudeg terasa semakin maknyuss. Apalagi ghudek politik, pasti ramai rasanya.

Masih soal gudheg, putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka memasak gudheg bubur lemu untuk menyambut kedatangan mantan calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berkunjung ke Istana Merdeka Jakarta, Kamis kemarin.

Menyantap masakan tersebut, AHY langsung berkomentar, "Rasanya enak sekali. Mudah-mudahan sukses mas usahanya, kita doakan. Nanti saya ajak teman-teman," ungkapnya.

Usai pertemuan kedua putra tokoh politik itu, berbagai interpretasi politik bermunculan. Wajar, karena sebelumnya juga ramai soal diplomasi nasi goreng di Cikeas, rumah Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono ketika menyambut Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Saat bertemu, senyum sumringah terparcar dari wajah keduanya dengan penuh canda dan tawa.

SBY main dua kaki?

Manuver Politik cari aman memang semakin tampak akhir-akhir ini. Maklum, cuaca politik nasional masih panas dingin, dinamis, cenderung liar dan penuh kejutan. Sebut saja manuver Ketua Umum partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo yang merapat ke koalisi pendukung Joko Widodo.

Bila demikian jelas sudah bahwa pertemuan SBY-Prabowo sebelumnya hanyalah pertemuan biasa yang tidak menghasilkan suatu kesepakatan apapun. Pertemuan penting itu hanya menghasilkan kesamaan pandangan dan baru tahap penjajakan semata yang juga bisa berujung pada sikap politik "mendadak Jokowi," bahkan bisa melenceng dari komitmen awal untuk mengawal pemerintah.

Sementara, realitas politik saat ini menempatkan Jokowi semakin kokoh di atas angin. Oleh karena itu wajar saja bila Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono melunak ke Jokowi. Bahkan, kunjungan AHY ke istana bisa menjadi penanda bahwa SBY menyadari sulitnya menandingi Jokowi di 2019 nanti.

Gerindra diguncang Arief Poyuono

Berbeda dengan Demokrat yang bergerak keluar melakukan penjajakan politik hingga ke Istana Negara, elit Gerindra justru disibukkan oleh ulah Waketumnya, Arief Poyuono lantaran memuji kinerja Presiden Joko Widodo. Arif menilai pemerintahan Jokowi mulai menunjukkan arah kemajuan yang nyata dan mulai dirasakan masyarakat.

Padahal selama ini Gerindra kerap melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi-JK. Sikap Arief tersebut memicu reaksi keras Fadli Zon Cs. Gerindra menyesalkan pernyataan Arief karena bertengan dengan sikap partai.

Apabila konflik internal Gerindra ini tak kunjung selesai, maka bisa memperlambat kinerja mesin partai tersebut. Lebih-lebih bila Arief memutuskan loncat ke PDIP.trb




loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...