Djarot Ultimatum Usir Warga Rusun, Geprindo: Hentikan Bicara Arogan Pada Rakyat Kecil

Loading...

garda cakrawalaRencana Gubernur DKI Djarot yang akan mengusir ribuan warga penunggak sewa di 23 rusun yang tersebar di Jakarta merupakan rencana yang kejam. Sebab mereka itu adalah korban gusuran Gubernur sebelumnya, Basuki TP alias Ahok.

“Rumah mereka sudah dihancurkan oleh Ahok dan mereka terpaksa tinggal di rusunawa, mereka sudah tidak punya tempat tinggal lagi selain rusun yang saat ini mereka tempati,” kata Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak melalui rilisnya, Sabtu (12/8).

Bastian mengungkapkan, penghasilan warga rusun itu hanya berkisar Rp20 ribu sampai Rp50 ribu per hari per kepala keluarga. Saat ini, kata Bastian, mereka harus membayar sewa sekitar Rp300 ribu per bulan. Itu pun, lanjut dia, belum termasuk bayar air, bayar listrik dan biaya kehidupan rumah tangga lainnya,.

“Jadi sangatlah kejam jika seorang pemimpin daerah berniat untuk mengusir warganya yang sedang terhimpit masalah ekonomi,” tegas Bastian.

Lebih jauh Bastian berpendapat, sebagai kader PDIP yang katanya partai wong cilik, seharusnya Gubernur Djarot mengayomi warga rusun termasuk warga yang menunggak bayar sewa rusun.

“Jangan terburu-buru mengumbar kata ‘usir’ kepada warga rusun yang kurang mampu, sebab perkataan itu kejam dan tidak pantas diucapkan oleh seorang Djarot yang katanya kader partai marhaen, partainya wong cilik,” tutur dia.
Untuk itu, Bastian meminta agar permasalahan ekonomi warga rusun harus menjadi perhatian Djarot. Sebagai gubernur DKI, Djarot diminta peduli dan tahu apa yang menyebabkan mereka menunggak pembayaran. Jangan terburu-buru menghakimi warga rusun dengan mengatakan mereka tidak beritikad baik untuk membayar, demikian ditegaskan Bastian.

“Saya yakin mereka warga rusun punya niat membayar sewa rusunawa, namun mereka memang benar-benar terhimpit masalah ekonomi, apalagi saat ini tarif listrik melonjak tinggi,” tandasnya.

Dikatakan Bastian, Djarot beserta jajarannya sebaiknya menyelidiki terlebih dahulu secara mendetail, didata berapa pendapatan mereka, dan berapa pengeluaran mereka setiap bulannya. Jika ada warga yang sebenarnya mampu, namun tidak berniat membayar, dikumpulkan saja mereka, diberikan pengarahan secara baik-baik.

“Jangan hanya main kirim-kirim surat peringatan ancaman pengusiran yang meresahkan warga rusun, saya yakin semuanya bisa di selesaikan secara musyawarah,” tukasnya.

Untuk itu, Djarot diminta memiliki sense of crisis dengan ikut merasakan kesulitan masyarakat pra sejahtera yang saat ini hidup di tengah kondisi ekonomi yang sedang lesu.

“Jangan rendahkan derajat martabat mereka dengan mengatakan ‘akan mengusir’. Hentikan bicara arogan terhadap rakyat kecil,” pungkas Bastian. [swc]



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...