Kadisorda Abaikan Perintah Djarot

Loading...

garda cakrawala - Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) DKI Jakarta, Ratiyono dinilai telah melawan perintah Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, karena hingga saat ini belum juga mencairkan dana hibah untuk Koni DKI sebesar Rp 82 miliar
Padahal saat pertemuan Djarot dengan Ketua Umum Koni DKI, Dody Rahmadi Amar di Balaikota pada Rabu (5/7) lalu, orang nomor satu di ibukota berjanji segera mencairkan dana hibah Koni sebelum HUT Kemerdekaan RI.

Pertemuan itu sendiri juga dihadiri Ratiyono dan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Michael Rolandi.

Dana hibah itu sangat dibutuhkan untuk membiayai persiapan atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga ibukota yang sedang mempersiapkan diri menuju PON XX/2020 di Papua.

"Kadisorda sudah melawan perintah gubernur, karena belum juga mencairkan dana hibah Koni," kata Ketua Forum Diskusi Menteng (Fordim) Jakarta, Ivan Parapat melalui pesan elektroniknya, Kamis (17/8).

Ivan berpendapat, dengan adanya komitmen Djarot untuk segera mencairkan dana hibah Koni tahun anggaran 2017, maka otomatis menganulir keputusan Kadisorda yang membatalkan kucuran hibah.

"Bahkan seharusnya Ratiyono malu dan mengundurkan diri karena telah membuat kebijakan ngawur, tanpa memperhatikan aspek legalitas kepengurusan Koni DKI," ujar Ivan.

Ivan mengungkapkan, pembangkangan yang dilakukan Ratiyono atas perintah Djarot makin menguatkan dugaan bahwa dia bukanlah pejabat yang loyal terhadap atasan.

"Setelah dilantik, saya sarankan Anies-Sandi untuk mempertimbangkan mengganti Ratiyono," tegas Ivan.

Selain itu, Ivan juga mengharapkan kinerja Plt Kepala BPKD, Michael Rolandi dievaluasi. Karena dia yang bertanggung jawab untuk memasukkan anggaran, termasuk hibah Koni.

"Stok calon pejabat bagus di Pemprov DKI masih menumpuk," pungkas Ivan. rmol


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...