Karena Pemilik Meikarta Cikarang Orang Cina, Meski Ilegal Bebas Di Promosikan

Loading...

Meikarta Cikarang, salah satu Kota Raksasa yang akan dibangun di kawasan Cikarang ini penuh Kontrovesi, Pasalnya Perusahaan Lippo Group yang dimiliki oleh Pengusaha Cina, meski tanpa mengantongi Surat Izin pun bebas membangun dan dipromosikan.
James Riyadi, salah satu Pengusaha Cina dan disebut-sebut salah satu dari 9 Naga itu gencar mempromosikan ‘Proyek’ Ilegal tersebut.

Dengan Promosi besar-besaran, dengan gaya Marketing menyilaukan mata, dan Kedekatannya terhadap Rezim Joko Widodo, Surat Izin hanyalah sebatas Formalitas belaka, karena Rezim Jokowi telah dikenal sebagai Rezim yang mengistimewakan Pengusaha sekaligus Orang Cina daripada Rakyat Indonesia itu sendiri.

Sebagaimana dilansir di Kumparan.com, Konsultan Media dan Politik, Hersubeno Arif mengungkapkan bahwa Walikota Jawa Barat, Dedi Mizwar pun kaget mendengar Meikarta Cikarang melakukan Promosi tanpa surat izin.
“Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku terkejut ketika mengetahui Lippo Group sudah memasarkan “kota baru” tersebut. Berdasarkan data dari Provinsi Jabar, Meikarta belum mempunyai izin. Dalam tata ruang provinsi, “kota’ tersebut juga tidak ada dalam perencanaan. ” Tulis Konsultan Media dan Politik di situs Kumparan[dot]com
Ia melanjutkan, bahwa Meikarta dibangun oleh kelompo usaha milik Taipan yang dikenal sosoknya sebagai salah satu Mafia 9 Naga
“Promosi kota yang akan dibangun oleh kelompok usaha milik taipan James Riady itu sangat gencar. Di harian Kompas mereka memasang iklan display dua halaman berwarna. Sementara di harian Media Indonesia (22/5) bahkan sampai lima halaman berwarna.”
Sangat disayangkan, dimana saat Rakyat Menjerit setengah mati dengan harga pangan dan ditariknya subsidi, belum lagi Pengusaha Lokal yang jelas-jelas membangun perekonomian negara justru di gerus habis dengan pembunuhan karakter dengan dalih-dalih yang dibuat-buat, dan malah pemerintah mengambil Pengusaha Asing yang amat sangat diistimewakan meski itu Melanggar Hukum dengan tanpa adanya Perizinan.

Referensi :

loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...