"Untuk Negeri ini, Mengapa Mereka Hidupi dengan Utang Sebesar-besarnya?"

Loading...

Untuk apa ramai-ramai ke luar negeri ambil doktor ekonomi, lantas ramai-ramai pula dukung habis-habisan bangun negeri dengan utang?


Untuk apa hiruk pikuk ikut pemilu, susun dan bongkar kabinet, jika hanya bangun negeri dengan utang?


Untuk apa berpayah-payah tinjau sana sini, tunjuk ini dan itu, gusur sana reklamasi ini, jika hanya bangun negeri dengan utang?



Ilmu, gelar, jabatan dan kedudukan itu ibarat senjata. Tergantung siapa di belakangnya. Jika baik, marwahlah negeri ini. Jika buruk, remuklah negeri ini.


Di manapun pemimpin tak mau hidupi keluarga dengan utang
Namun untuk negeri ini, mengapa mereka hidupi dengan utang sebesar-besarnya.


Jika pemimpin ingin tahu perilakunya, tanya office boy, supir, atau orang dapur
Jika pemimpin ingin tahu kecerdasannya, tanya pada tim sekitarnya
Jika pemimpin ingin tahu pekerjaannya, lihat apa yang diwariskannya


Jika cuma wariskan utang dari zaman ke zaman, untuk apa ada Indonesia?


La haula quwwatta ila billah


Sumber: Republika



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...