MUI: Indonesia harus jadi Pusat Halal Dunia

Loading...

Laporan Pusat Ekonomi Islam 2016/2017 mencatat bahwa belanja penduduk muslim global pada produk dan jasa sektor ekonomi halal lebih dari 1,9 triliun pada tahun 2015. Yang terbesar berada di sektor keuangan syariah, sektor makanan, sektor pakaian, media dan rekreasi, travel, obat-obatan dan kosmetik.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis, yang disampaikan pada Seminar bertajuk Peran BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal), di Gedung Strategik Kebijakan Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Rabu (16/8).
“Selama ini masyarakat lebih cenderung memilih alasan membeli suatu produk berdasarkan alasan-alasan logis rasional ketimbang alasan syariat atau pertimbangan agama,” ujar Cholil.
Cholil yang juga sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI ini mengharapkan pemerintah harus mendukung pertumbuhan industri halal domestik. Selain itu juga diharapkan ada pengembangan ekosistem industri halal.
Yang tidak kalah penting, menurut Cholil, adalah industri halal juga harus mendapatkan potongan pajak investasi dari pemerintah. Serta mendesain agar ada regulasi yang baik dalam mendapatkan sertifikat halal bagi pelaku usaha.
“Pemerintah juga harus membuat Halal Industry Masterplan Indonesia sebagai blue print sebagai langkah dalam rangka pencanangan diri sebagai pusat inovasi, perdangangan dan investasi halal,” kata Cholil.
Dikatakan Cholil, adapun yang harus tercantum di dalam masterplan industry halal di Indonesia itu meliputi regulasi, institusi, kebijakan, infrastruktur dan yang tak kalah penting adalah riset.


“Dengan riset yang baik akan dapat terwujud rencana menjadikan Indonesia sebagai Pusat Halal Global,” pungkasnya. (swa)


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...