Politisi Senior: Pernyataan Idrus Marham Bangunkan Macan Tidur

Loading...

garda cakrawala - Politisi senior Partai Golkar Zainal Bintang menilai pernyataan Sekjen Golkar Idrus Marham meresahkan kader partai. Pernyataan Idrus disebut seperti membangunkan Macan tidur.

"Sebaiknya Pak Sekjen tidak perlu berkomentar seperti itu," kata Zainal saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Sebelumnya, Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan kinerja partai tak terganggu meski Ketum Setya Novanto nantinya ditahan KPK terkait kasus e-KTP. Idrus mengatakan, partai harus tetap solid.

"Nggak mengganggu (jika Novanto ditahan). Jadi penetapan Setya Novanto sebagai tersangka itu tidak mengurangi kinerja partai. Boleh Ketua Umum tersangka, tetapi gerakan partai tidak boleh berhenti. Akselerasi konsolidasi partai tidak boleh terdegradasi karena itu. Jalan terus," ujar Idrus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Menurut Bintang, lima bulan terakhir elite Golkar di pusat dan daerah sepakat untuk colling down. Upaya menentramkan kader disepakati antara lain tidak akan dilakukan munaslub.

"Bahkan status quo kepemimpinan DPP Golkar akan dipertahankan sampai kasus yang dituduhkan telah inkracht," ucapnya.

Meski demikian, kata dia, gejolak keresahan tetap saja ada. Hanya saja tidak merebak ke permukaan.

"Akan tetapi, suasana yang terlihat tenang di internal tiba-tiba bergejolak dengan pernyataan Idrus Marham," tandasnya.

"Justru pernyataan Sekjen Golkar itu yang memantik keresahan baru. Ini ibarat membangunkan macan (tidur), " ujar Bintang tanpa menjelaskan apa arti macan tidur itu.

Bintang mempertanyakan apa motif di balik pernyataan Idrus Marham itu.

"Saya mendapat banyak pertanyaan, keluhan bahkan kutukan terhadap Idrus Marham atas komentarnya itu. Timbul spekulasi, benarkah SN segera ditahan KPK dalam waktu singkat ini?," ucapnya.

Secara pribadi, kata Bintang, apabila Ketua Umum ditahan oleh KPK, Golkar harus segera Munaslub memilih pengurus baru.

"Supaya Golkar tampil segar memasuki pertarungan di Pilkada serentak 2018 dan Pemilu yang juga serentak pada 2019," pungkasnya. [tsc]





loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...