Ini Dia Deretan Fakta Tentang Gerakan Buddha Radikal Biang Kerok Konflik Myanmar!

Loading...

SKUAD 969 terus jadi sorotan dunia. Gerakan itu disebut-sebut sebagai api dalam memanasnya tragedi kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar beberapa tahun belakangan

Berikut sederet fakta tentang SKUAD 969:

1. Dipimpin oleh Ashin Wirathu, Tokoh Biksu Radikal Myanmar

Sulit rasanya tidak menyebut Ashin Wirathu sebagai salah satu biang kerok perluasan konflik di Myanmar. Wirathu dikenal sebagai biksu radikal yang memiliki sentimen besar terhadap umat muslim di Myanmar.

Bahkan, dirinya pernah menjadi "cover boy" pada salah satu edisi majalah Time. Dalam edisinya itu, Time melabeli Wirathu sebagai "The Face of Buddhist Terror". Rekam jejak Wirathu seakan mengamini label yang diberikan Time.

Pada tahun 2003, Wirathu pernah dipenjara dengan vonis selama 25 tahun setelah menyebarkan pamplet progapanda anti-muslim yang menyebabkan kerusuhan hingga terbunuhnya 10 orang umat muslim. Namun, pada tahun 2010, ia dibebaskan bersama sejumlah tahanan politik lain setelah pemerintah Myanmar memberikan amnesti.

2. Dipicu oleh Peristiwa Penghancuran Patung Buddha di Afghanistan

Setelah berlangsung episode panjang upaya penghancuran Buddha di Barniyan, taliban akhirnya betul-betul mengarahkan senjata artileri dan hulu ledak mereka ke satu per satu bagian tubuh patung warisan peradaban Buddha di Afghanistan itu pada tahun 2001.

Dengan restu dari Mullah Omar, pimpinan tertinggi Taliban, patung Buddha Barniyan mulai dihancurkan secara keseluruhan, dari bagian kepala hingga kaki, dalam proses penghancuran yang cukup memakan selongsong dan mesiu.

Aksi taliban nyatanya memicu kemarahan Wirathu, pemuka agama Buddha di belahan Asia Tenggara. Mulai saat itu, Wirathu membentuk SKUAD 969. Gerakan yang kemudian menjadi otot dari pemikiran radikal Wirathu tentang islam.

3. Mengacu pada Pemahaman yang Radikal

SKUAD 969 mengklaim bahwa pergerakan mereka mengacu pada sembilan atribut Buddha, enam ajaran dasar dan sembilan perintah monastik yang berkaitan dengan pemahaman spiritual untuk tingkatan mencapai nirwana.

Mereka meyakini, salah satu tugas mereka adalah menghancurkan kekuatan-kekuatan asing yang ingin membinasakan Buddhisme. Dan islam, mereka sebut sebagai kekuatan asing yang mengancam eksistensi Buddhisme.

4. Lambang 969 Dijadikan Tandingan Angka 786

Lambang SKUAD 969 menjadi lambang paling dikenal di Myanmar dalam beberapa tahun belakangan. Logo berbentuk lingkaran cakra dengan empat singa di bagian tengahnya melambangkan keturunan Buddha Ashoka.

Lambang 969 kerap dicetak dalam bentuk stiker dan disebar dalam berbagai ceramah keagamaan.

Selain itu, lambang 969 banyak ditempel di berbagai tempat dan benda, seperti di pintu toko, pintu rumah, kendaraan-kendaraan, transportasi umum hingga di kios-kios cinderamata.

Angka 969 diyakini sebagai tandingan dari angka 786, angka yang menjadi simbol umat muslim di Myanmar. Angka 786 kerap terlihat di rumah-rumah dan toko-toko milik orang muslim. Angka 786 diyakini melambangkan keberkahan bagi umat islam.

Angka 786 diartikan sebagai "Bismillahirrahmanirrahim" atau "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang".

5. Didukung oleh Basis Massa yang Sangat Besar

Meski digawangi oleh deretan biksu garis keras, gerakan radikal ini didukung oleh basis massa yang sangat besar. Mulai dari kalangan pemerintahan hingga masyarakat-masyarakat di garis terbawah.

Mereka yang mendukung gerakan 969 meyakini segala sepak terjang Wirathu dan segenap penggerak kelompok ini merupakan upaya untuk melindungi eksistensi Buddhism di Myanmar.

-okez



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...