Mahasiswa UI : Perppu Ormas Bungkam Mahasiswa

Loading...

Kegelisahan akibat kebijakan represif Rezim Jokowi berupa penerbitan Perppu Ormas terus disuarakan oleh berbagai kalangan,tak terkecuali mahasiswa dari kampus yang sukses menelurkan aktivis Soe Hok Gie, Universitas Indonesia.

Berdasarkan kontributor Mediaoposisi.com ,pada Sabtu (9/9) di Gedung Joang 45, FKMI (Forum Kajian Mahasiswa Indonesia) bekerja sama dengan BKLDK Nasional mengadakan Diskusi Mahasiswa dan Tokoh Nasional bertajuk “Perppu Ormas Memberangus Gerakan Mahasiswa".

Narasumber yang hadir dalam diskusi ini terdiri dari berbagai kalangan, dari kalangan militer Bapak Brigjen (Purn.) Aditiyawarman, Praktisi Hukum Bang Ahmad Khozinudin, SH., sekaligus Ketua Aliansi Advokat Penjaga Islam yang melakukan judicial review di MK, serta Ricky Fattamazaya M, SH. MH., selaku ketua umum PP GEMA Pembebasan.

Diskusi tersebut dilengkapi dengan penanggap dari berbagai kampus negeri unggulan di Indonesia yakni Daffa selaku aktivis mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Depok, Muhammad Alauddin Azzam aktivis mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Ferry Munthe aktivis mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, dan Muhammad Akbar Ali aktivis mahasiswa UHO Kendari. Diskusi ini diikuti ratusan mahasiswa dari lintas aktivis kampus dan gerakan mahasiswa serrta tokoh masyarakat.

Diskusi dimulai dengan analisis awal FKMI yang disampaikan oleh moderator Gustar Umam tentang tema “PERPPU Ormas memberangus suara kritis mahasiswa.” Analisis ini diperkuat oleh aktivis mahasiswa yang hadir,salah satunya aktivis mahasiswa UI Daffa.

“PERPPU Ormas pada pasal 59 ayat 3 dan 4 bisa menjadi alat bungkam daya nalar kritis mahasiswa serta arus gerakan mahasiswa”, tegas Daffa Aktivis Mahasiswa UI menganggapi pernyataan Gustar Umam. [MO]


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==