Persatuan Umat Islam Kekuatan Oposan Pertama Penguasa

Loading...


Mencermati dinamika politik akhir-akhir ini. Semakin tergabar jelas ritme gerakan Islam menguat sebagai kekutan penyeimbang serta aktif dalam melakukan peran sosial kontrol terhadap penguasa. Umat islam kini aktif melakukan berbagai respon atas kezaliman yang menimpa umat islam sendiri. Dari mulai aksi bela islam yang berjilid-jilid sampai aksi solidaritas untuk Rohingya kemarin menunjukan kekuatan umat islam mampu menjadi oposan utama penguasa.

Tentu hal itu tidak terjadi serta merta. Munculnya kekuatan umat islam tentu hal tersebut dilatarbelakangi peran dakwah islam di masyarakat indonesia yang semakin menguat. Sehingga membentuk karakter masyarakat menjadi kokoh dalam memegang nilai-nilai islam. Effeknya umat kian aktif dan tdak apatis terhadap berbagai masalah yang melanda kaum muslimin.

Sayangnya hal tersebut direspon penguasa dengan langkah yang penuh kekhawatiran sehingga menimbulkan sikap yang kurang baik dalam merespon kondisi yang ada. Misalnya saja pemeritah terlalu curiga terhadap umat islam sehingga muncul tindakan yang tidak adil dan berlebihan dalam penangananya.

Sebagai Contoh  Mulai dari Aksi Bela Islam sampai Aksi Solidritas Untuk Muslim Rohingya, pemerintah melalui aparat keamanan justru melontarakan pernyataan-pernyataan yang memojokan umat islam. Sebagai mana yang dikatakan "Kapolri: Isu Rohingya "Digoreng" untuk Menyerang Pemerintahan Jokowi" itu adalah pernyaan yang berlebihan serta senantiasa memojokan umat islam.


Ahirnya muncul penanganan yang tidak baik dalam merespon umat islam seperti pelarangan untuk menggelar aksi, penghadangan peserta aksi, dan berbagai hal lain yang senantiasa mencurigai serta memojokan umat islam.

Tindakan pemerintah yang senantiasa respresif terhadap umat islam yang kritis menunjukan bahwa penguasa hari ini tidak merangkul tapi justru memukul umat islam yang notabene peduli lalu di lebeli dengan makar dan dituduh radikal.

Aksi Bela Islam

Hal ini juga akan semakin membuat umat bersatu melawan kedzaliman penguasa dan membuat umat islam menjadi kekutan oposan yang real dalam melawan kedzaliman penguasa. Maka tidak heran jika pemerintah mengeluarkan Perppu Ormas lalu bertindak sesukanya menggunakan Perppu sebagai legalitas membungkam suara umat islam lalu mendapat penolakan dan perlawanan dari umat islam kian besar dan mempuncak.

Sikap Pemerintah yang membubarkan ormas islam menjadi indikasi betapa penguasa khawatir terhadap umat islam yang kian hari semakin cerdas dan kritis. Sebab Umat islam sudah tidak bisa dibohongi lagi. Umat menyaksikan sendiri ketimpangan serta kebobrokan dalam pengelolaan negara sehingga Umat Islam makin aktif mendorong terjadinya perubahan.

Justru sikap penguasa yang kalap dalam merespon kekuatan umat islam akan semakin membuat umat kuat bersatu. Apalagi tindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan terus mencurigai umat islam dan selalu menghalang-halangai maka ini akan semakin jelas menunjukan pada umat islam betapa tidak adilnya perlakuaan mereka, maka kita lihat tunggu waktunya saja situasi akan memuncak. 

Ketika negara terus berpihak kepada kapitalisme melakukan liberalisasi menjual aset negara serta menyerahkan sumber daya alam (SDA)  yang menjadi kekayaan negeri untuk orang asing dan aseng lalu bertindak tidak adil terhadap umat islam yang menempatkan umat islam dalam penjara kedzoliman dengan berbagai kebijakan yang kian menyengsarakan umat maka pergolakan dan koreksi akan terus dilancarkan oleh umat islam. Inilah Rahmatan lilalamin untuk terus melakukan perubahan kearah yang baik. Dan merupakan salah satu ajaran Islam untuk menolak Kedzaliman.[MO


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...