Persekusi Tindakan Keji, Siapa pun Pelakunya Harus Dihukum Berat!

Loading...


Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyayangkan tindakan persekusi yang dialami Abi Qowi Suparto (20), hanya karena mencuri rokok elektrik di sebuah toko vape kawasan Jakarta Selatan.
Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta mengaku akan membongkar habis tindakan persekusi yang masih terjadi di wilayah DKI Jakarta. Pasalnya, tindakan main hakim sendiri tidak boleh dilakukan oleh siapa pun.
‎”Jangan kesalahan seseorang diputuskan oleh se‎jumlah orang untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Persekusi adalah yang kami tentang. Siapa yang melakukan kesalahan harus kita buktikan,” kata Nico di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (10/9/2017).
Apabila nantinya Nico masih menemukan tindak persekusi, dia yakin pelakunya pasti akan dijatuhi hukuman berat.
“Kami sampaikan, kalau persekusi, kami lakukan hukuman berat,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat bisa melapor ke polisi, jika ada kelompok atau ormas yang melakukan tindakan persekusi seperti yang dialami Abi.
“Polisi‎ kan bekerja dari pencegahan dan penindakan. Kalau disampaikan akan dilakukan upaya-upaya. Ada apa ini orang melakukan sayembara,” pungkasnya.
Seperti diketahui, lima pelaku penganiyaya terhadap Abi Qowi Suparto (20) yang ditangkap masing-masing bernama Rajasa SH (34), Fachmi KF (39), Armyando A (49), dan Aditya PW (20). Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.
Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu tongkat besi, sepasang sepatu tactical, sejumlah pakaian, dan satu ponsel yang digunakan untuk merekam aksi penganiayaan.
Mereka terancam dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan Pasal 340 KUHP, apabila terbukti melakukan pembunuhan berencana.


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...