Sindir Penganiaya Maling Vape, Kombes Nico: Jangan Berlagak seperti Penegak Hukum

Loading...

Aparat kepolisian mengaku miris melihat kasus persekusi yang menimpa Abi Qowi Suprapto (20), lantaran diduga mencuri rokok elektrik (vape) di salah satu toko vape kawasan Jakarta Selatan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta menilai para pelaku sudah bertindak layaknya penegak hukum saat menganiaya Abi. Padahal seharusnya, mereka melaporkan kejadian ini kepada aparat kepolisian.
“Jangan merasa seperti hakim, jaksa atau polisi. Kalau ada dugaan pidana, laporkan ke pihak kepolisian, jangan melakukan persekusi,” kata Nico di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (10/8/2017)‎.
Nico menjelaskan, Indonesia sudah mengatur sistem peradilan pidana. Di situ diatur, polisi bertugas menyidik dan membuktikan suatu tindak pidana, kemudian diajukan ke persidangan untuk dituntut jaksa dan divonis oleh majelis hakim.
“Jadi enggak bisa, kesalahan seseorang diputuskan oleh seseorang. Mekanisme di negara kita diatur. Kalian (masyarakat) harus percaya dengan kami,” tutunya.
Perwira menengah ini sangat menyesalkan perbuatan delapan pelaku tersebut. Apalagi saat membuat sayembara, mereka sempat menulis ‘Kalau kenal atau dapat pelaku, hubungi saya (enggak usah polisi) mau kita proses internal baik-baik’.
‎”Akan kami tanya, kenapa tak melapor polisi. Jangan kesalahan seseorang diputuskan oleh se‎jumlah orang untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Persekusi adalah yang kami tentang. Siapa yang melakukan kesalahan harus kita buktikan,” tutup Nico.
Sekadar informasi, para pelaku penganiaya Abi awalnya berniat menyelesaikan perkara ini secara baik-baik. Namun hal tersebut gagal terealisasi lantaran pemuda berusia 20 tahun itu melawan dan tidak mengakui perbuatannya. Para pelaku akhirnya naik pitam dan terpaksa memukuli remaja putus sekolah tersebut.


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...