Tak Terima Di Pecat,Ahmad Doli Siapkan Langkah Perlawanan Terhadap Golkar

Loading...

Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia masih tidak terima dengan pemecatan dirinya dari struktur keanggotaan partai berlambang pohon beringin.
Selain karena hal tersebut tidak sesuai dengan aturan partai, Doli merasa pemecatan ini adalah bentuk pelanggaran administrasi atau maladministrasi Partai Golkar.
“Saya menganggap itu maladministratif dan dilakukan sewenang-wenang,” kata Doli ditemui di Jakarta, Minggu (10/9/2017).
Bentuk maladministrasi itu berupa penjatuhan pemecatan yang berlangsung kilat dan tanpa proses yang tepat. Apalagi alasan yang keluar dari surat pemecatan terlalu mengada-ada.
Bagaimana tidak? Awalnya Doli diberikan surat peringatan pertama pada 26 Agustus 2017, karena dirinya dianggap tidak patuh terhadap Golkar.
Maklum, pria yang menjabat sebagai pemimpin Golkar Muda ini acapkali bertentangan dengan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto.
“Saya diberi peringatan karena membangkang putusan pleno,” lanjut dia.
Namun setelah itu, Doli tidak pernah menerima surat peringatan kedua. Tiba-tiba saja, dirinya malah diberi surat pemecatan.
Padahal sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Doli hanya patuh terhadap ketentuan partai. Bukan patuh terhadap individu pemimpin partai, dan hal tersebut telah disampaikan kepada pimpinan partai beridentik warna kuning ini.
“Tapi tiba-tiba tanggal 30 Agutus bahwa saya telah dipecat dan saya menerima pada tanggal 2 September,” ungkap dia.
Berangkat dari ketidakpuasan atas pemecatan, Doli bakal melawan. Jalan perlawanan, akan ditempuh dia melalui proses politik dan hukum.
Langkah lainnya, dia akan mengunjungi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) karena menurutnya pemecatan dirinya melanggar HAM.
“Saya akan ke Komnas HAM dulu karena ini melanggar HAM. Saya memilih masuk partai sebagai anggota berdasarkan hak asasi dan itu melanggar,” ujarnya.
krmn


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...