Tetapkan HET Beras, Pemerintah Langgar Syariat Islam

Loading...

Citra yang dikesankan oleh Pemerintahan Jokowi sebagai pemerintah yang dekat dengan Islam patut dipertanyakan. Meskipun telah berusaha mendekati umat Islam dengan mengadakan zikir akbar, namun kebijakannya untuk membuabarkan ormas Islam HTI lalu mengambil dana haji umat Islam untuk memuaskan syahwat pembangunan infrastruktur membuat Pemerintahan Jokowi semakin jauh dari umat Islam.

Tak puas dengan itu,Pemerintahan Jokowi melakukan kebijakan kontroversial lain,berupa Tas’ir atau penetapan harga. Tas’ir sendiri dilarang dalam ajaran Islam, bila kebijakan Tas’ir ini tidak dicabut maka semakin menyebabkan pemerintahan Jokowi menjauh dari umat Islam karena kembali mengebiri ajaran Islam seperti halnya kriminalisasi ajaran Khilafah.

Detik.com menyebutkan pada kamis (24/8) Jokowi melalui tangan Mentri Perdaganan Enggartiasto Lukita mulai tanggal 1 September lalu ,menetapkan kebijakan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras.

Lagi,pemerintah berdalih kebijakan ini adalah kebijakan yang pro rakyat.

"Kalau berpihak kepada rakyat, dukunglah, karena tidak mudah menentukan ini. Tentu setiap keputusan enggak bisa memuaskan seluruh pihak. Tapi beras sebagai komoditi utama pangan enggak mungkin kita biarkan gerak tak terkendali. Karena yang harus kita jaga adalah kepentingan dari masyarakat," kata Enggar ini dalam konferensi pers HET Beras, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis (24/8)

Jokowi,yang dewasa ini sering berkunjung ke pondok pesantren mendiamkan kebijakan Menterinya tersebut.

Berikut daftar harga eceran tertinggi beras medium dan premium:
Jawa, Lampung, Sumatera Selatan: medium Rp 9.450/kg, premium Rp 12.800/kg
Sumatera lainnya: medium Rp 9.950/kg, premium Rp 13.800/kg
Bali dan NTB: medium Rp 9.450/kg, Rp premium Rp 12.800/kg
NTT: medium Rp 9.950/kg ; premium Rp 13.300/kg
Sulawesi: medium Rp 9.450/kg ; premium Rp 12.800/kg
Kalimantan: medium Rp 9.950/kg ; premium Rp 13.300/kg
Maluku dan Papua: Medium Rp 10.250/kg ; premium Rp 13.600/kg

Disisi lain,Tas’ir atau kebijakan penetapan harga oleh pemerintah adalah larangan dalam syariat Islam. Hadits Anas bin Malik RA  :
عن أنس رضى الله عنه قال: غلا السعر على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم فقالوا : يارسول الله : سعر لنا ، فقال : إن الله هو المسعر القابض الباسط الرازق ، وإنى لأرجو أن ألقى ربى وليس أحد منكم يطلبنى بمظلمة فى دم ولا مال

Dari Anas RA, dia berkata,”Harga melonjak pada masa Rasulullah SAW. Maka berkatalah orang-orang,’Wahai Rasulullah, tetapkanlah harga untuk kami.’ Maka bersabda Nabi SAW,”Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Menetapkan Harga, Yang Memegang Rizki, Yang Melapangkan Rizki, Yang Maha Pemberi Rizki. Dan sungguh akan betul-betul berharap berjumpa dengan Tuhanku sementara tak ada seorang pun dari kalian yang akan menuntutku karena suatu kezhaliman dalam urusan harta atau nyawa.” (HR Abu Dawud, hadits no 3450).

Imam Syaukani berkata,”Hadits ini dan yang semisalnya dijadikan dalil untuk keharaman tas’ir dan bahwasanya tas’ir itu adalah suatu kezhaliman. [MO]


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==