Tokoh Budha Indonesia: Biksu yang Terlibat Pembantaian Muslim Rohingya Gugur Kebiksuannya

Loading...

Tokoh Buddha Indonesia Maha Biksu Dutavira Mahasthavira atau kerap disapa Biksu Benny, mengungkapkan keprihatinannya atas konflik yang mendera Muslim Rohingya di Myanmar. Ia juga mengecam jika ada tokoh agama Buddha di Myanmar yang terlibat pembantaian. 

Benny mengatakan, jika ada seorang biksu yang terlibat pembantaian etnis Rohingya, maka secara otomatis kehilangan kebiksuannya. 

"Secara kebiksuan, ada seorang biksu ikut campur urusan seperti begini, pembunuhan, pengusiran, itu kebiksuannya otomatis gugur," ungkap Benny di Wihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat, Minggu (3/9).
"Secara bahasa duniawinya biksu tersebut disebut biksu papah atau biksu gila. Kalau dia merasa umat Buddha, Sang Buddha ngasih contoh, jauhi dia, jangan ikuti dia, jangan santuni dia. Itu wujud bentuk nyata sikap umat Buddha terhadap orang yang pakai jubah, keluar dari arena kejubahannya," sambung dia.

Ia menambahkan, meski sama-sama umat Buddha, namun aliran di Indonesia tidak ada hubungannya dengan apa yang diajarkan di Myanmar. Meski, menurut Benny, secara kepercayaan mendasar cara memandang biksu sama. 

"Seseorang bisa menjadi biksu melalui proses upacara. Perbedaan mazab, tetapi akarnya tetap sama. Oleh karena itulah masalah di Myanmar itu, kita bangsa Indonesia. Saya pribadi mengajak rekan-rekan para biksu bukan hanya prihatin saja. Bahkan menangis, kok bisa terjadi begini di dalam negara yang  mayoritasnya Buddhis," ungkapnya.

Ia menyebutkan perlu adanya penyelidikan mengenai akar permasalahan yang ada. Ia juga mengimbau kepada umat Buddha untuk melakukan aksi nyata.

"Dulu pernah dilakukan, mengirim bantuan kemanusiaan langsung ke Myanmar. Saya prihatin sekali terjadinya masalah kemanusiaan itu," tambahnya.



loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...