Tragedi Kemanusiaan Etnis Rohingya, Warganet Diimbau Hati-Hati dalam Menyebar Foto

Loading...

Menyebarnya foto-foto palsu terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi di negara bagian Rakhine, Myanmar terhadap etnis Rohingya semakin mengkhawatirkan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh meminta masyarakat lebih cerdas dan hati-hati dalam menyebarkan foto maupun video bernuansa sadis.
Ketua Divisi Advokasi AJI Banda Aceh, Afifuddin Acal mengatakan, siapapun yang menggunakan media sosial diminta lebih bijak dalam menggunakannya. Meski tujuan awal ialah berbagi terhadap warganet lain, namun terkait foto pembantaian terhadap etnis Rohingya sebaiknya disaring terlebih dulu sebelum disebarkan.
Bantu Etnis Rohingya, Partai Golkar Sumbang Dana Rp200 Juta
“Keluhan Orang Rohingnya Itu Akses Bantuan yang Sulit Jadi Mereka Terlihat Kurus Kering”

“Karena belum tentu semua foto-foto yang ada di facebook maupun media sosial lainnya itu di negara bagian Rakhine terhadap etnis Rohingya,” kata Afifuddin Acal saat dihubungi Okezone, Senin (4/7/2017).
Menurutnya, meskipun foto yang disebar pengguna medsos benar terjadi di Myanmar. Namun foto bernuansa sadisme tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Ia juga mengingatkan awak media tidak latah pada penyebaran foto yang melanggar kode etik jurnalistik.
“Media paling utama harus menverifikasi kembali setiap foto-foto yang disebarkan. Kalau warga kita kadang-kadang agak sulit melarang. Tapi khususnya kepada media, cek and ricek nya harus diutamakan,” kata Afifuddin.
Dikatakan Afifuddin, media menjadi pembenaran dari masyarakat terkait sebuah isu. Jika foto hoax sempat disebarkan oleh media mainstream, maka akan menjadi pembenaran bagi netizen. Oleh sebab itu, media punya peran penting dalam memberikan pendidikan pada masyarakat, termasuk teliti sebelum menyebarkan foto etnis Rohingya.[dtk]


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...