Elit Negara Ini Banyak Bohong,Wajar Saja Prabowo Lebih Suka Dekat dengan Rakyat

Loading...


Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sempat melontarkan pernyataan kontroversial. Prabowo mengungkap, dirinya‎ kapok bergaul dengan para elit di Jakarta. Karena menurutnya, senyum para elit itu adalah sebuah kepalsuan. Pernyataan Prabowo ini dinilai sejumlah kalangan hal wajar, karena saat ini masih ada elit kita yang penuh dengan kepalsuan dan kebohongan.

Menanggapi pernyataan tersebut, salah satu anggota DPD Gerindra DKI, Taufik Hadiawan, mengungkapkan, pernyataan Prabowo tersebut merupakan sindiran keras bagi para eli‎t.

"Tentu ini menjadi tamparan keras bagi para elit yang ada saat ini. Seakan palsu, lain di mulut lain di hati dan tindakan" ungkapnya di Jakarta, Senin (2/10/2017).

Ia mengungkapkan, Prabowo kerap dikenal dekat dan peduli dengan dengan rakyat. Menurutnya, rakyat merindukan sosok pemimpin yang peduli dengan kondisi saat ini.

"Yang kaya makin kaya, sementara yang miskin malah makin miskin. Pemimpin kami (Prabowo, red) tentu dicintai rakyat, karena begitu peduli dengan kondisi masyarakat saat ini terutama kalangan menengah kebawah," ungkapnya.

Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Syamsudin Alimsyah mengatakan, pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang tidak mau bergaul dengan elit karena banyak para elit bohongnya sangat menarik untuk dicermati. Karena harus diakui para elit itu memang senang berjanji dan belum tentu janji tersebut dipenuhi.  Namun pernyataan Prabowo tersebut pada dasarnya hanya sindiran saja.

"Sebenarnya itu sindiran saja. Biasa kalau lagi kampanye," ujar Syamsudin kepada Harian Terbit, Senin (2/10/2017).

Kelakuan Elit

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Idil Akbar mengakui kurang paham soal alasan yang dikemukakan Prabowo dalam konteks apa, hanya jika pergaulannya dengan elit berkurang dengan alasan kapok karena elit banyak bohongnya maka Prabowo harus lebih spesifik menyampaikan alasannya. Siapa yang dimaksud elit yang banyak bohongnya tersebut dan dari kalangan mana.

"Saya kira dengan alasan yang lebih spesifik seperti itu akan lebih terang bagi publik," ujarnya.

Idil menuturkan, karakteristik Prabowo bukan karena takut bersaing dalam Pilpres 2019 sehingga menyampaikan pertanyaan kapok bergaul dengan elit. Namun pernyataan Prabowo tersebut bisa jadi karena perilaku elit saat ini menunjukkan kelakuan yang kontraproduktif dengan kehendak rakyat, atau tidak menunjukkan keadilan yang nyata bagi masyarakat.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, sempat mengaku kapok bergaul dengan para elit di Jakarta. Dia menilai, senyum para elite tersebut adalah sebuah kepalsuan.

"Elit di Jakarta itu, minta maaf deh, sudah parah. Saya kapok dengan mereka ini," kata dia dalam acara deklarasi pasangan Ahyar Abduh-Mori Hanafi yang digadang-gadang maju ke Pilkada NTB 2018 di Lapangan Umum, Masbagik, Lombok Timur, Minggu (1/10/2017).

Oleh karena itu, Prabowo mengaku, lebih baik melihat senyum rakyat kecil daripada harus melihat senyum para elite yang penuh kepalsuan. "Kalau kalian senyum, asli. Senyum benar-benar dari hati bukan senyum palsu," ungkap Prabowo.

Namun, dia enggan mengungkapkan nama para elite di Jakarta yang dimaksudnya. Dia hanya kembali menegaskan bahwa elite di Jakarta banyak bohongnya sehingga meski banyak menerima undangan di Jakarta, Prabowo mengaku dirinya lebih baik memilih untuk tidak hadir dan lebih baik menghadiri kegiatan di daerah.

Menurutnya, para elit itu tidak mengerti masalah bangsa Indonesia dan kenyataan bahwa kekayaan Indonesia kini lebih banyak dikuasai asing. "Jadi elit itu pintar, pintarnya bukan main. Kadang gelarnya banyak sekali tapi tidak tahu dari mana gelar itu," tuturnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan tidak ingin menyalahkan orang lain. Namun kesalahan itu, lanjut dia, juga datang dari masyarakat. "Tapi ini kesalahan kita semua. Karena tadi rakyat kita terlalu baik, elitnya tidak. Jadi malas bicara elit karena kebanyakan bohongnya," ucap Prabowo.

"Kalau orang kaya benar cinta dan percaya dan cinta Merah Putih dengan rakyat, tidak mungkin rakyat seperti ini. Tapi saya lihat orang kaya itu cinta terhadap kantongnya sendiri," tambahnya kemudian.‎

Meyakinkan

Pengamat politik dari Institute For Strategic and Development Studies (ISDS), M. Aminudin menilai pernyataan Prabowo yang tidak mau bergaul dengan elit karena banyak para elit bohongnya, mungkin konteksnya untuk meyakinkan masyarakat agar jangan terpedaya gegap gempita ramainya koalisi parpol. Oleh karenanya pernyataan Prabowo dilakukan agar para elit fokus ke manfaat yang bisa diraih dalam program calon pemimpin dari suatu kontestasi atau persaingan politik.

Lebih lanjut Aminudin mengatakan, banyak persepsi yang bisa dikaitkan dengan pernyataan Prabowo. Namun jika di depan masyarakat biasanya memang hanya retorika. "Ya bisa ditafsirkan macam-macam. Kalau di depan massa biasanya ya hanya retorika," paparnya.

Sementara itu, politisi senior, Ruhut Sitompul menyayangkan pernyataan Prabowo tersebut.‎ Ia menilai, pernyataan Prabowo tersebut tidak terlepas dari hasrat mantan Danjen Kopassus itu untuk maju kembali dalam pilpres 2019. "Prabowo kebelet mau nyapres. Jadi asal komentar," kata Ruhut di Jakarta, Senin (2/10/2017).

Ruhut menegaskan bahwa pilpres 2019 masih dua tahun lagi. Daripada sibuk banyak mengkritik, Ruhut meminta Prabowo untuk melakukan langkah nyata.****HARIANTERBIT/sumber


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...