Fisikawan Islam Mendahului Zaman

Loading...
Assalamu'alaikum Wr Wb
Alhamdulilahilazi arsala Rasullahu bil huda wa diinil Haq, Asyhadualaa ilaha illallah wahdahu la syarikalah, wa asyhadu'anna muhammadan abduhu wa rasuluhu, ALLAHuma shali  wasallim ...
Tulisan ini saya sebut TSQ-stories , karena berisi kisah-kisah tentang Kecerdasan ilmiah dan kreativitas teknologi yang berbasis Spiritual (Technoscience-Spiritual-Quotient).
Kisah-kisah ini digali dari sejarah Keemasan Peradaban Islam era dimana diyakini ada keseimbangan yang luar biasa antara budaya dan transendental, antara dunia AQLI dan NAQLI, dan antara kemajuan Dunia dan keselamatan  Akherat.
Tulisan saya ini saya ambil dari berbagai sumber diantaranya dari Wikipedia, Sigrid Hunke  (Allahs  Sonne ueber dem Abendland) Ahmad Y Al-Hassan & Donald R Hill (Islamic Technology: An Illustrated History) suami istri Ismail Roji & Lois Lamya al- Faruqi (The Cultural Atlas of Islam),Francis Robinson(Atlas of the Islamic World since 1500) Geoffrey Barraclough (The Times Atlas of World History ) dan masih banyak lagi sumber-sumber yang lain.
Tulisan saya ini teramat singkat bagaimana Ilmuwan-ilmuwan muslim berkontribusi dimasa Daulah Khilafah Berkuasa 1.300 tahun dimuka Bumi.
( 622 - 1924 m) meliputi 2/3 Dunia dikuasai.

Kaum muslim meyakini bahwa semua pengetahuan berasal dari ALLOH, dan Qur'an adalah kalamullah. Maka sebagai sumber pengetahuan, Qur'an pastilah benar. Apakah juga termasuk pengetahuan tentang zat,energi,ruang-waktu dan interaksi benda-benda di Alam Semesta ini, yang sering disebut dengan Fisika ?.
Sebagian muslim dengan mantaf mengatakan ya, maka muncullah istilah FISIKA ISLAM, Ini adalah sejumlah teori atau lebih tepatnya Hipotesa dari suatu hukum Fisika yang diklaim mereka temukan di dalam Qur'an.
Sekedar untuk ilustrasi , ada 3 contoh di sini :
1. Teori bahwa Bumilah yang pusat Tata Surya (geosentris), bahkan alam semesta,  karena di Qur'an tidak pernah ada ayat yang menyatakan Bumi beredar, tetapi matahari, bulan dan bintanglah yang beredar (QS 13:2,14:33). Teori ini bahkan didukung seorang Syeikh terkemuka dari Saudi Arabia, yang memfatwakan bahwa percaya kepada teori Heliosentris bisa menjerumuskan pada kemusyrikan.
2.Teori bahwa besi magnet dapat digunakan sebagai pembangkit energi yang tak ada habisnya, dengan dalil (QS 57:25) yang menyatakan bahwa Alloh menciptakan besi yang didalamnya terdapat kekuatan yang hebat, yang ia tafsirkan sebagai Energi.
3.Teori tujuh lapis Atmosfir, karena dikatakan hujan turun dari langit (QS 35:27) sedang Alloh menciptakan tujuh langit (QS 41:12), sehingga hujan itu terjadi pada lapis langit pertBaligh Melihat teori dan klaim tersebut, sepertinya mereka mengulang apa yang pernah dilakukan kaum  Mutakalimin (Pecinta Filsafat) di masa lalu, yang nencari - cari suatu kesimpulan hanya berdasarkan asumsi, sekalipun asumsi itu berasal dari  suatu ayat Qur'an yang ditafsirkan secara subjektif. Tentu saja cara berfikir mutakalimin seperti ini tidak pernah menghasilkan terobosan ilmiah yang hakiki, apalagi dapat dipakai untuk keperluan praktis.
Para fisikawan muslim di masa keemasan Islam adalah orang-orang yang dididik dari awal dengan AQIDAH ISLAM. Rata-rata mereka HAFAL QUR'AN sebelum berusia Baligh dan mereka sangat memahami bahwa alam memiliki hukum-hukumnya yang Objektif, yang dapat terungkap sendiri pada mereka yang sabar melakukan pengamatan dan penelitian dengan cermat.
Ibnu al Haytsam(al-Hazen) adalah pioner Optika modern ketika menerbitkan bukunya pada tahun 1021. Dia menemukan bahwa proses melihat adalah jatuhnya cahaya kemata, bukan karena sorot mata sebagaimana diyakini orang sejak zaman Aristoteles. Dalam kitabnya al-Haytsam menunjukan berbagai cara untuk membuat teropongn  dan juga kamera sederhana (Camera  Obscura).
Menarik untuk nengetahui bahwa al-Haytsam melakukan eksperimen optiknya ini pada saat ia mengalami tahanan rumah, setelah ia gagal memenuhi tugas amir Mesir untuk mewujudkan proyekjj bendungan  sungai Nil.
Dia baru dilepas setelah penemuan-penemuan Optiknya dinilai impas untuk Investasi yang dikeluarkan sang Amir.
Ibn al-Haytsam juga memulai suatu tradisi metode Ilmiah untuk menguji sebuah Hipotesis  600 tahun mendahuli Rene Descartes yang dianggap Bapak Metode Ilmiah Eropa di zaman Rennaisance. Metode ilmiah Ibn al-Haytsam dimulai dari pengamatan empiris, perumusan masalah, formulasi hipotesis, uji hipotesis dengan eksperimen, analisis hasil eksperimen, interprestasi data dan formulasi kesimpulan, dan diakhiri dengan publikasi.
Publikasi ini  kemudian dinilai oleh peerreview yang  memungkinkan setiap orang melacak dan bila perlu mengulangi apa yang dikerjakan seorang peneliti. Proses peer-review telah menjadi tradisi dalam dunia medis sejak Ishaq bin Ali al  Rahwi (854 - 931).
Ibnu Sina alias Avicenna (980 - 1037) setuju bahwa kecepatan cahaya pasti terbatas.
Abu Rahyan  al- Biruni (973-1048) juga menemukan bahwa cahaya jauh lebih cepat dari suara Qutubuddin al-Syiraz(1236-1311) dan Kamaluddin al-Farisi (1260-1320) memberi penjelasan pertama yang benar pada penomena Pelangi
Didunia Mekanika Ja'far  Muhammad  ibn Musa ibn Syakir (800-873) dari Banu Musa berhipotesis bahwa benda-benda langit dan Lapisan Langit) adalah subjek yang  mengalami hukum-hukum fisika yang sama dengan bumi.
Al-Biruni dan belakangan Al-Khazini mengembangkan metode eksperimental dalam statika dan dinamika,kemudian juga Hidrostatika dan Hidrodinamika, yang sangat  penting dalam pembuatan Jembata bendungan ataupun kapal.
Pada tahun 1121 al Khazini dalam Kitab tentang keseimbangan kebijaksanaan mengusulkan bahwa gravitasi dan energi potensialnya berubah tergantung jaraknya dari pusat Bumi.Dia juga secara tegas membedakan antara gaya, massa dan berat .Penemuan ini berguna untuk membuat kincir bertenaga Air .
Ibnu Bajah (Avempace) yang wafat 1138 berargumentasi bahwa selalu ada reaksi pada setiap aksi.Teorinya ini sangat berpengaruh pada Fisikawan setelahnya , termasuk Galileo dan Newton dan sangat berguna untuk menghitung kekuatan Manjaniq yakni ketapel raksasa yang berfungsi seperti meriam.
Hibatullah Abu'lBarakat (1080-1165) membantah ARISTOTELES yang mengatakan bahwa gaya yang Konstan akan menghasilkan Gerak yang seragam, ketika dalam kitabnya al-Mu'tabar dia menulis bahwa gaya konstan akan menghasilkan  percepatan (akselerasi) .
Menurutnya akselerasi adalah rerata dari perubahan kecepatan . Ibnu Rusyd alias Averroes (1126-1198)*adalah *MUJTAHID dalam Fiqih yang juga Fisikawan, terbuki dalam salah satu kitabnya dia mendefinisikan gaya sebagai tingkat kerja yang harus dilakukan untuk mengubah kondisi kinetik dari sebuah benda yang lembam . Apa yang ditulis Ibnu Rusyd ini  500 tahun lebih AWAL dari mekanika Klasik Newton Semua Ilustrasi ini menunjukan bahwa Fisika Islam kalaupun ada - adalah Fisika yang tetelah melalui rangkaian metode Ilmiah , yang kemudian terbukti dapat digunakan untuk keperluan praktis.
Fisika sebagai ilmu pengetahuan Empiris dapat diraih oleh peneliti manapun yang sabar tanpa memandang apa ke KEYAKINAN AQIDAHNYA  Kebenaran fakta Fisika tidak perlu didukung dan tidak akan mengusik Ayat al QUR'AN manapun, karena keduanya memiliki ruang lingkup yang berbeda
Memaksa-maksa agar suatu fakta fisika cocok dengan sebuah ayat atau sebaliknya ,justru menunjukan Kelemahan Pemahaman kita sendiri baik terhadap si Fakta Fisika itu, maupun terhadap isi QUR'AN*sendiri .Dan ini semua tidak pernah dialami oleh para Fisikawan di *MASA KEEMASAN ISLAM.[kfr]


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...