Jokowi Instruksikan Anak Usaha BUMN Merger Atau Dijual

Loading...

Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar anak-anak perusahaan BUMN yang jumlahnya saat ini hampir 800 perusahaan digabungkan usahanya (merger) atau dijual. Tujuannya agar ‘anak-cucu’ Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut menguasai semua proyek-proyek pemerintah.
Presiden menilai jumlah anak-anak perusahaan milik BUMN sudah terlalu banyak. Dari 118 BUMN, mereka ‘beranak-pinak’ menjadi hampir 800 perusahaan.
Sebab itu, Jokowi menginstruksikan agar mereka melakukan merger. “Saya sudah perintahkan kemarin, yang 800 di-merger, atau kalau perlu dijual!” kata Presiden, dihadapan Kadin Indonesia awal pekan ini yang dikutip republika.
Jokowi tak membantah jika ada anggapan bahwa BUMN, dan anak-anak perusahannya, terlalu menguasai proyek-proyek nasional. Sebab, dia sendiri mendengar laporan bahwa anak-anak perusahaan milik negara sampai ikut menggarap proyek dengan nilai kecil, seperti menyediakan katering. Padahal, proyek-proyek seperti itu harusnya diserahkan pada pengusaha lokal.
“Ngapain BUMN ngurusin katering, ngurusin baju,” ujar Jokowi.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Sumber Daya Mineral, Batubara dan Listrik Boy Thohir meminta Jokowi untuk memberikan porsi yang lebih besar pada swasta dalam menggarap proyek-proyek strategis pemerintah. Sebab, ia meyakini, untuk membangun Indonesia menjadi bangsa yang besar, diperlukan sinergi bukan hanya antar-BUMN, tapi juga BUMN dengan swasta.
“Pak Presiden, saya sampaikan bahwa financing banyak, tapi proyek belum ada,” kata Boy, yang langsung disambut diamini ratusan anggota Kadin lain yang memenuhi aula pertemuan. (swamedium)


loading...

Subscribe to receive free email updates:

loading...